Jakarta – Taman Margasatwa Ragunan kini memperketat standar kesejahteraan melalui prinsip lima kebebasan (five freedom) untuk memastikan kondisi fisik dan mental ribuan satwa tetap optimal di tengah kawasan konservasi hijau seluas 147 hektare.
Komitmen Nyata Cegah Penderitaan Hewan
Pengelola Taman Margasatwa Ragunan secara konsisten mengadopsi standar internasional guna menjamin kualitas hidup penghuninya. Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, menegaskan bahwa langkah ini merupakan pondasi utama dalam manajemen kebun binatang modern di Jakarta.
“Penerapan prinsip lima kebebasan ini penting untuk mencegah penderitaan hewan sekaligus memastikan kondisi fisik dan mental mereka tetap terjaga,” ujar Wahyudi Bambang di Jakarta, Selasa.
Penerapan pertama mencakup kebebasan dari rasa lapar dan haus. Petugas memberikan akses air bersih tanpa batas serta pasokan pakan bernutrisi seimbang guna menjaga vitalitas satwa. Selain itu, pengelola menyediakan lingkungan layak sebagai bentuk kebebasan dari ketidaknyamanan, lengkap dengan tempat berteduh dan area istirahat yang menyerupai habitat asli.
Menjaga Mental dan Ekspresi Alami Satwa
Aspek kesehatan menjadi prioritas berikutnya melalui kebebasan dari rasa sakit, luka, dan penyakit. Tim medis melakukan upaya pencegahan, diagnosis dini, serta penanganan medis cepat bagi satwa yang mengalami gangguan kesehatan.
Ruang gerak yang luas juga tersedia agar setiap individu mampu mengekspresikan perilaku alami dan berinteraksi dengan sesama jenisnya.
Pihak pengelola juga menciptakan suasana aman guna memenuhi poin kebebasan dari rasa takut dan stres. Lingkungan yang kondusif meminimalkan gangguan eksternal, baik dari kebisingan kota maupun interaksi manusia yang berlebihan. Saat ini, lahan hijau tersebut menjadi rumah bagi lebih dari 2.009 ekor satwa yang hidup berdampingan dengan 20.000 pohon rindang.

