Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026

    Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    • Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    • Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda
    • Pecahkan Rekor Transfer, Liverpool Resmi Boyong Bradley Barcola dari PSG
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Kubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-Hidup, Pemprov DKI Jakarta Langsung Evaluasi Cara Penanganan Hewan
    Nasional

    Kubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-Hidup, Pemprov DKI Jakarta Langsung Evaluasi Cara Penanganan Hewan

    AyuBy AyuApril 21, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta – Pemprov DKI Jakarta segera mengevaluasi prosedur penanganan ikan sapu-sapu di wilayah ibu kota demi menjaga prinsip kesejahteraan hewan dan kelestarian ekosistem sungai. Evaluasi ini merespons temuan penguburan massal ikan invasif tersebut yang diduga masih dalam kondisi hidup.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengakui adanya kekurangan dalam proses pemusnahan ikan sapu-sapu pada aksi serentak beberapa waktu lalu. Pihaknya berjanji akan membenahi standar operasional di lapangan agar kejadian serupa tidak terulang.

    “Mungkin kemarin penguburannya banyak yang belum mati. Untuk itu mungkin kami alpa, nanti kami evaluasi, benahi,” ujar Rano Karno di Jakarta, Selasa (21/4).

    Inovasi Arang dari Limbah Ikan Sapu-Sapu

    Rano mengungkapkan rasa terkejutnya saat mengetahui total tangkapan ikan sapu-sapu mencapai angka 6,98 ton. Mengingat volume yang sangat besar, pemerintah kini melirik metode penanganan yang lebih produktif seperti yang diterapkan di Brasil. Alih-alih hanya dikubur, ikan-ikan tersebut berpotensi diolah menjadi komponen lain yang bernilai guna.

    “Ikan sapu-sapu ini di Brasil juga menjadi permasalahan. Tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain. Itu bahkan bisa menjadi arang. Kemarin saya kirim kepada Dinas Lingkungan Hidup, coba kita bikin seperti ini,” tambah Rano. Saat ini, hasil tangkapan tersebut dimatikan secara higienis untuk mencegah ikan kembali ke perairan atau diperjualbelikan secara ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab.

    Larangan Konsumsi dan Ancaman Logam Berat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu dari sungai Jakarta. Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya residu logam berat jenis timbal (Pb) yang sangat tinggi pada tubuh ikan tersebut. Kadar timbal terpantau berada di atas ambang batas 0,3 mg/kg, sehingga sangat berisiko memicu gangguan kesehatan kronis.

    Di sisi lain, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut memberikan catatan kritis terkait metode pemusnahan. Meskipun MUI mendukung pengendalian ikan sapu-sapu karena sifatnya yang merusak ekosistem dan mengancam populasi ikan lokal, namun penguburan massal dalam keadaan hidup dianggap menyalahi etika terhadap hewan. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menjadikan catatan ini sebagai dasar perbaikan pengelolaan lingkungan ke depan.

    arang ikan sapu-sapu Berita Jakarta Hari Ini Dinas Lingkungan Hidup Jakarta ekosistem sungai Ikan Sapu-Sapu kesejahteraan hewan kompos alami logam berat timbal MUI ikan sapu-sapu Pemprov DKI Jakarta pencemaran air Rano Karno
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleModifikasi Rute Transjakarta 1Q dan 8E Resmi Berlaku, Cek Titik Pemberhentian Barunya
    Next Article Lawan Penderitaan Hewan, Pengelola Ragunan Terapkan Prinsip Lima Kebebasan Secara Ketat
    Ayu

    Related Posts

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang Akibat ASAP Karhutla, Tim Relawan Turun Tangan

    Agustus 31, 2026

    Mitigasi Karhutla, Kementerian Kehutanan Tutup Sementara 9 Taman Nasional

    Agustus 31, 2026

    Drama Kasus Ruben Onsu Selesai, Kerugian 3,5 Miliar Lunas Tanpa Masuk Bui

    Agustus 31, 2026

    Kebakaran Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk Dini Hari Tadi, Begini Kondisinya

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    By Bayu PratamaSeptember 1, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Harga Patokan Ekspor (HPE) emas naik 7,87 persen menjadi USD 142.154,10 per…

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026

    Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”

    September 1, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    Belajar dari NU dan Muhammadiyah: Demokrasi Bukan Sekadar Memilih Pemenang

    By MartinAgustus 31, 2026

    Demokrasi kerap dipahami sederhana: siapa memperoleh suara terbanyak, dialah yang menang. Padahal,…

    Merica, Cabai, Kratom dari Kalimantan Tembus Pasar Ekspor Global Hingga India & AS

    By Bayu PratamaAgustus 31, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Produk lokal Kalimantan berpeluang memperluas pasar hingga Eropa, Amerika,…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?