Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026

    Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    • Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    • Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda
    • Pecahkan Rekor Transfer, Liverpool Resmi Boyong Bradley Barcola dari PSG
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » PENAS XVII Jadi Magnet Nasional, Rachmat Gobel Yakin Indonesia Bisa Kurangi Impor Pangan
    Nasional

    PENAS XVII Jadi Magnet Nasional, Rachmat Gobel Yakin Indonesia Bisa Kurangi Impor Pangan

    MartinBy MartinJuni 25, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    PENAS XVII 2026
    PENAS XVII 2026 di Gorontalo dinilai menjadi momentum kebangkitan pertanian nasional. Kadin dan Rachmat Gobel dorong kemandirian pangan Indonesia. (Foto: Istimewa)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    GORONTALO – Anggota DPR RI Rachmat Gobel menilai PENAS XVII 2026 di Kabupaten Gorontalo menjadi momentum kebangkitan pertanian nasional untuk mengurangi ketergantungan impor pangan dan memperkuat kemandirian pangan Indonesia. Kegiatan yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pelaku usaha itu dinilai mempercepat pengembangan pertanian modern dan efisien.

    Pekan Nasional Petani dan Nelayan (PENAS) XVII digelar pada 20-24 Juni 2026 di Gor David Toni, Kabupaten Gorontalo. Forum empat tahunan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan, teknologi, dan strategi penguatan sektor pertanian serta perikanan nasional.

    “PENAS ini menjadi sangat penting sekarang ini karena ini adalah satu momentum untuk kebangkitan, menurut saya, kebangkitan daripada pertanian kita. Selama ini kita kan banyak impor, sebentar-sebentar impor, beras impor, gula impor, tapi kita kurang satu dunia satu perencanaan yang dalam membangun kemandirian pertanian kita,” ujar Rachmat Gobel saat diwawancarai media, Rabu (24/6/26).

    PENAS XVII 2026 Dorong Kemandirian Pangan

    Gobel mengatakan pertanian merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional dan ketahanan negara. Indonesia memiliki modal besar berupa lahan luas, jumlah petani yang banyak, serta sumber daya perikanan yang melimpah.

    Menurut dia, penguatan sektor pertanian harus menjadi agenda bersama untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Dia juga mencontohkan Vietnam yang mampu menjaga kekuatan negaranya melalui sektor pertanian yang kuat.

    “Kita lihat bagaimana Vietnam bisa berhasil, bisa melawan Amerika, karena petaninya. Dan kita bangun petani-petani kita yang memiliki semangat dan komitmen untuk bisa menjaga ketahanan pangan kita sendiri,” tegasnya.

    • Baca juga: Petani-Nelayan Disebut Pahlawan Pangan, AYP Apresiasi Dukungan Prabowo

    Dukungan Kadin dan Apresiasi untuk Presiden Prabowo

    Sebelumnya di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari (AYP) mengapresiasi penyelenggaraan PENAS XVII 2026 sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan ekonomi petani dan nelayan. Dia menilai kegiatan tersebut memberi dampak luas bagi perekonomian daerah, khususnya Gorontalo.

    “Kegiatan PENAS ini terselenggara dengan baik. Kami dari KADIN Indonesia sangat mendukung kegiatan ini sebagai langkah kongkrit dukungan pemerintah terhadap peningkatan ekonomi di sektor pertanian dan di sektor perikanan,” kata AYP.

    Menurut AYP, PENAS XVII memberi multiplier effect bagi pelaku UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dia berharap kegiatan tersebut terus berkembang dan menjadi sarana penguatan ekonomi bagi petani serta nelayan sebagai pilar ketahanan pangan nasional.

    AYP juga menilai kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada puncak acara menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap sektor pangan. Kehadiran Presiden dinilai memberi semangat besar bagi petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.

    Puncak PENAS XVII pada 24 Juni 2026 dihadiri Presiden Prabowo bersama sejumlah menteri, Kapolri, Panglima TNI, dan para gubernur. Pemerintah daerah berharap semangat yang lahir dari Gorontalo dapat memperkuat swasembada pangan dan mengurangi ketergantungan impor pangan nasional.

    Andi Yuslim Patawari Gorontalo Kadin Indonesia Ketahanan Pangan nelayan PENAS XVII 2026 petani Prabowo Subianto Rachmat Gobel swasembada pangan
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHindari Macet dan Antrean Saat ke PRJ 2026, Ini Tips yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Berangkat
    Next Article Besok ke Lampung, Jokowi Awali Agenda Keliling Indonesia Tiga Hari
    Martin
    • Website

    Related Posts

    Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”

    September 1, 2026

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang Akibat ASAP Karhutla, Tim Relawan Turun Tangan

    Agustus 31, 2026

    Mitigasi Karhutla, Kementerian Kehutanan Tutup Sementara 9 Taman Nasional

    Agustus 31, 2026

    Drama Kasus Ruben Onsu Selesai, Kerugian 3,5 Miliar Lunas Tanpa Masuk Bui

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    By Bayu PratamaSeptember 1, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Harga Patokan Ekspor (HPE) emas naik 7,87 persen menjadi USD 142.154,10 per…

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026

    Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”

    September 1, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    Belajar dari NU dan Muhammadiyah: Demokrasi Bukan Sekadar Memilih Pemenang

    By MartinAgustus 31, 2026

    Demokrasi kerap dipahami sederhana: siapa memperoleh suara terbanyak, dialah yang menang. Padahal,…

    Merica, Cabai, Kratom dari Kalimantan Tembus Pasar Ekspor Global Hingga India & AS

    By Bayu PratamaAgustus 31, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Produk lokal Kalimantan berpeluang memperluas pasar hingga Eropa, Amerika,…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?