Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Purbaya Belum Pastikan Efisiensi MBG, Anggaran Masih Dihitung Ulang

    Juni 15, 2026

    Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana

    Juni 15, 2026

    Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Purbaya Belum Pastikan Efisiensi MBG, Anggaran Masih Dihitung Ulang
    • Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana
    • Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang
    • Perjalanan Hak Siar Piala Dunia di Indonesia: Dari TVRI hingga Era Streaming 2026
    • Jejak Pelatih Persija 10 Tahun Terakhir: Mampukah Shin Tae-Yong Akhiri Era Ketidakstabilan Macan Kemayoran?
    • Rp1,22 Triliun Disetor ke Negara, Jaksa Agung Jawab Keraguan Publik
    • Jakarta Pusat Dikepung Empat Demo, 5.955 Personel Gabungan Disiagakan
    • Hasil Pertemuan Kertanegara, Prabowo Perintahkan Data Investasi Dibuka
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Senin, Juni 15
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » GKSR Soroti Suara Rakyat Terbuang, Minta Parliamentary Threshold Dihapus
    Nasional

    GKSR Soroti Suara Rakyat Terbuang, Minta Parliamentary Threshold Dihapus

    MartinBy MartinMei 25, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    parliamentary threshold
    GKSR mendesak penghapusan parliamentary threshold dalam revisi UU Pemilu karena dinilai membuat banyak suara rakyat terbuang. (Foto: Istimewa)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link
    • GKSR mendesak penghapusan parliamentary threshold dalam revisi UU Pemilu.
    • Organisasi menilai ambang batas parlemen membuat suara rakyat terbuang.
    • GKSR meminta partai non-parlemen dilibatkan dalam pembahasan revisi.
    • Ferry Rizky Kurniansyah menilai sistem pemilu harus lebih representatif.
    • GKSR juga meminta DPR membuka pembahasan revisi secara transparan.

    JAKARTA – Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) mendesak penghapusan parliamentary threshold dalam revisi Undang-Undang Pemilu. Organisasi tersebut menilai aturan ambang batas parlemen membuat banyak suara rakyat terbuang dalam pemilu.

    Sikap itu disampaikan dalam konferensi pers di Sekretariat Bersama GKSR, Menteng, Jakarta Pusat, Senin(25/5/26). Poin sikap organisasi dibacakan Said Salahudin dari Partai Buruh.

    GKSR meminta revisi dilakukan secara menyeluruh terhadap UU Pemilu, UU Pilkada, UU Partai Politik, dan UU MD3. Organisasi itu juga meminta partai non-parlemen dilibatkan dalam pembahasan revisi pemilu.

    Selain itu, GKSR mendesak DPR membuka naskah akademik dan rancangan revisi aturan pemilu secara transparan kepada publik. Mereka juga meminta KPU memberikan salinan hasil penghitungan suara TPS kepada seluruh partai politik.

    GKSR turut mengusulkan penghapusan parliamentary threshold, mempertahankan sistem pilkada langsung, serta mendorong pembentukan fraksi gabungan bagi partai dengan jumlah kursi terbatas di DPR.

    Parliamentary Threshold Jadi Sorotan GKSR

    Sekretaris Jenderal GKSR Ferry Rizky Kurniansyah mengatakan fokus utama organisasi saat ini ialah pembahasan ambang batas parlemen dan percepatan revisi regulasi pemilu.

    Menurut dia, pembahasan aturan pemilu tidak boleh hanya berfokus pada aspek teknis elektoral. Dia menilai kualitas representasi suara rakyat harus menjadi perhatian utama dalam demokrasi.

    “Seperti yang disampaikan tadi bahwa fokus kita lebih kepada parliamentary threshold, itu penting,” kata Ferry.

    Ferry yang juga menjabat Sekjen DPP Partai Perindo meminta seluruh partai non-parlemen ikut terlibat dalam proses pembahasan revisi regulasi politik tersebut.

    Dia menilai keterlibatan semua partai penting agar sistem demokrasi berjalan lebih inklusif dan representatif.

    “Yang kedua adalah mempercepat RUU Pemilu. Itu lebih penting dan yang ketiga adalah pelibatan kami semua partai-partai non parlemen,” ujarnya.

    GKSR Minta Suara Pemilih Tak Lagi Terbuang

    Ferry menegaskan revisi aturan pemilu harus mampu mencegah hilangnya suara rakyat akibat aturan parliamentary threshold.

    Menurut dia, setiap suara pemilih harus tetap memiliki makna dalam sistem demokrasi Indonesia.

    “Dan kita berharap bahwa sikap ini adalah sikap yang memang mencerminkan tidak saja soal bagaimana kita menghitung matematika pemilunya,” ujar Ferry.

    Dia menilai sistem pemilu harus menghindari disproporsionalitas representasi politik yang membuat suara pemilih kehilangan nilai.

    “Atau suara yang terbuang, itu jauh lebih penting karena kita namanya juga gerakan kedaulatan suara rakyat,” kata dia.

    GKSR berharap revisi regulasi pemilu dapat menghasilkan sistem politik yang lebih adil dan terbuka. Organisasi itu menilai setiap suara rakyat harus tetap bernilai dan tidak hilang akibat parliamentary threshold.

    Ferry Rizky Kurniansyah GKSR Parliamentary Threshold partai non-parlemen Partai Perindo revisi UU Pemilu
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePrabowo Subianto: Dari Medan Tempur ke Istana Negara
    Next Article Bareskrim Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Diduga Dipicu Cuaca
    Martin
    • Website

    Related Posts

    Purbaya Belum Pastikan Efisiensi MBG, Anggaran Masih Dihitung Ulang

    Juni 15, 2026

    Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana

    Juni 15, 2026

    Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang

    Juni 15, 2026

    Rp1,22 Triliun Disetor ke Negara, Jaksa Agung Jawab Keraguan Publik

    Juni 15, 2026

    Jakarta Pusat Dikepung Empat Demo, 5.955 Personel Gabungan Disiagakan

    Juni 15, 2026

    Hasil Pertemuan Kertanegara, Prabowo Perintahkan Data Investasi Dibuka

    Juni 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Purbaya Belum Pastikan Efisiensi MBG, Anggaran Masih Dihitung Ulang

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum memastikan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis…

    Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana

    Juni 15, 2026

    Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang

    Juni 15, 2026
    Top Trending

    Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 di Jakarta diwarnai banyak…

    Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Elke Büdenbender…

    Jakarta Pusat Dikepung Empat Demo, 5.955 Personel Gabungan Disiagakan

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – Empat demonstrasi mahasiswa dan organisasi digelar di Jakarta Pusat pada…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?