- Bareskrim memastikan blackout Sumatera bukan akibat sabotase.
- Gangguan listrik diduga dipicu cuaca buruk dan sistem transmisi.
- Pemeriksaan menemukan kabel transmisi rusak berbentuk serabut.
- Pemerintah dan PLN melakukan investigasi lintas lembaga.
- Kementerian ESDM menyoroti evaluasi ketahanan kelistrikan nasional.
JAKARTA – Bareskrim Polri memastikan blackout Sumatera bukan akibat sabotase setelah melakukan penyelidikan bersama pemerintah dan PLN terkait pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah.
Pemeriksaan dilakukan melalui analisis jaringan transmisi, kabel listrik, hingga sistem distribusi yang terdampak gangguan. Proses penelusuran juga melibatkan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan penyebab blackout dapat dipetakan secara menyeluruh.
Wakabareskrim Polri Nunung Syaifuddin mengatakan hingga saat ini aparat belum menemukan unsur kesengajaan dalam insiden tersebut.
“Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” kata Nunung.
Dia menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan kabel transmisi yang putus tidak memiliki pola kerusakan seperti tindakan sabotase pada umumnya.
“Kenapa kami bisa pastikan kalau ini bukan sabotase, karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi,” ujarnya.
Blackout Sumatera Diduga Dipicu Cuaca Buruk
Nunung mengatakan kerusakan kabel berbentuk serabut dan tidak menunjukkan bekas potongan rapi yang biasa ditemukan dalam tindakan sabotase.
“Dia lebih bersifat berbentuk serabut, kalau itu sabotase pasti potongannya lebih rapi,” kata dia.
Bareskrim menduga gangguan sistem dipicu cuaca buruk yang memengaruhi jaringan transmisi listrik interkoneksi Sumatera.
Dugaan tersebut diperkuat keterangan warga di sekitar lokasi kejadian. Menurut aparat, saksi mendengar suara ledakan sesaat sebelum listrik padam di area tower transmisi.
“Seluruh proses investigasi kami lakukan secara profesional, transparan dan komprehensif,” ujar Nunung.
Dia menegaskan penyelidikan dilakukan secara ilmiah dan akuntabel agar penyebab utama gangguan dapat dipastikan secara jelas.
Jadi Evaluasi Kelistrikan Nasional
Peristiwa blackout Sumatera menjadi perhatian pemerintah karena berdampak pada pelayanan publik, aktivitas ekonomi, transportasi, komunikasi, hingga kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap gangguan listrik massal tersebut.
“Kementerian ESDM sebagai regulator dan pengawas subsektor ketenagalistrikan memberikan perhatian serius terhadap kejadian ini,” kata Yuliot.
Menurut dia, gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat dan memengaruhi aktivitas ekonomi serta sosial di wilayah terdampak.
Pemerintah bersama PLN kini melakukan evaluasi terhadap ketahanan infrastruktur energi nasional, khususnya sistem transmisi dan distribusi listrik di luar Pulau Jawa.
Pemerintah menilai penguatan sistem transmisi menjadi penting agar blackout Sumatera dan gangguan serupa tidak kembali meluas di masa mendatang.

