Jakarta, Rasional.co – Sejumlah stasiun kereta api di Jawa dan Sumatra berada di kawasan dengan elevasi ratusan meter di atas permukaan laut. Meski berada di lintasan dengan karakter geografis beragam, stasiun-stasiun tersebut tetap melayani mobilitas masyarakat, dengan total 3.898.074 aktivitas naik-turun pelanggan sepanjang Januari hingga September 2026.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (KAI), Stasiun Nagreg di Jawa Barat menjadi yang tertinggi dalam daftar ini, dengan elevasi 848 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara di Sumatra, posisi tertinggi ditempati Stasiun Siantar dengan elevasi 383,47 mdpl.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan perbedaan elevasi menggambarkan karakter geografis lintasan kereta api di Indonesia. Stasiun-stasiun tersebut juga memiliki pola perjalanan dan tingkat aktivitas pelanggan yang berbeda.
“Perjalanan kereta api melewati dataran rendah hingga kawasan pegunungan dengan karakter lintasan yang berbeda. Menariknya, stasiun-stasiun pada elevasi tinggi tersebut tetap melayani beragam pola perjalanan masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga perjalanan antarkota,” ujar Anne.
Berikut 10 stasiun dengan elevasi tinggi di Jawa dan Sumatra yang masih melayani pelanggan.
1. Stasiun Nagreg, Jawa Barat: 848 mdpl
Stasiun Nagreg menjadi stasiun dengan elevasi tertinggi dalam daftar ini. Sepanjang Januari hingga September 2026, stasiun tersebut mencatat 42.566 aktivitas pelanggan Commuter Line Area II Bandung, terdiri atas 26.712 pelanggan naik dan 15.854 pelanggan turun.
2. Stasiun Cipeundeuy, Jawa Barat: 772 mdpl
Stasiun Cipeundeuy mencatat 38.524 aktivitas pelanggan kereta api jarak jauh (KA JJ), terdiri atas 20.009 pelanggan naik dan 18.515 pelanggan turun. Stasiun ini memiliki karakter operasional khusus karena kereta yang melintas menjalani pemeriksaan sebelum melanjutkan perjalanan pada lintasan pegunungan.
3. Stasiun Cimindi, Jawa Barat: 736 mdpl
Berada di kawasan Bandung Raya, Stasiun Cimindi mencatat 874.522 aktivitas pelanggan Commuter Line selama sembilan bulan pertama 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 460.122 aktivitas masuk dan 414.400 aktivitas keluar melalui gerbang stasiun.
4. Stasiun Cimahi, Jawa Barat: 723 mdpl
Cimahi mencatat 1.400.263 aktivitas pelanggan, terbesar di antara lima stasiun dengan elevasi tertinggi di Jawa dalam daftar ini. Angka tersebut mencakup 298.903 aktivitas pelanggan KA jarak jauh dan 1.101.360 aktivitas Commuter Line Area II Bandung.
5. Stasiun Garut, Jawa Barat: 717 mdpl
Stasiun Garut membukukan 746.601 aktivitas pelanggan sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah itu terdiri atas 330.612 aktivitas KA jarak jauh dan 415.989 aktivitas Commuter Line. Stasiun ini kembali melayani perjalanan kereta api setelah lintas Cibatu-Garut direaktivasi dan diresmikan pada 24 Maret 2022.
6. Stasiun Siantar, Sumatra Utara: 383,47 mdpl
Stasiun Siantar menjadi stasiun dengan elevasi tertinggi di antara lima stasiun Sumatra dalam daftar ini. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tercatat 279.492 aktivitas pelanggan, terdiri atas 141.672 pelanggan naik dan 137.820 pelanggan turun.
7. Stasiun Baja Linggei, Sumatra Utara: 284,20 mdpl
Masih berada pada koridor layanan Siantar Ekspres, Stasiun Baja Linggei mencatat 5.071 aktivitas pelanggan. Jumlah tersebut terdiri atas 2.714 pelanggan naik dan 2.357 pelanggan turun.
8. Stasiun Dolok Merangir, Sumatra Utara: 144,56 mdpl
Stasiun Dolok Merangir mencatat 17.344 aktivitas pelanggan sepanjang Januari hingga September 2026. Rinciannya terdiri atas 9.238 pelanggan naik dan 8.106 pelanggan turun.
9. Stasiun Kayutanam, Sumatra Barat: 144 mdpl
Stasiun Kayutanam membukukan 113.210 aktivitas pelanggan, dengan 54.156 pelanggan naik dan 59.054 pelanggan turun. Stasiun ini menjadi salah satu titik layanan KA Lembah Anai dan memiliki keterkaitan historis dengan jalur pegunungan menuju Padang Panjang yang menggunakan sistem rel bergerigi.
10. Stasiun Lubuk Linggau, Sumatra Selatan: 130 mdpl
Stasiun Lubuk Linggau merupakan stasiun dengan elevasi tertinggi di wilayah Divisi Regional III Palembang dalam daftar ini. Sepanjang Januari hingga September 2026, stasiun tersebut mencatat 380.481 aktivitas pelanggan dan melayani perjalanan KA Bukit Serelo serta Sindang Marga.
Secara keseluruhan, sepuluh stasiun tersebut mencatat hampir 3,9 juta aktivitas naik-turun pelanggan selama Januari hingga September 2026. Perbedaan jumlah aktivitas menunjukkan beragamnya kebutuhan perjalanan, mulai dari mobilitas di kawasan Bandung Raya hingga layanan regional dan antarkota di Sumatra.
“Dari Nagreg di +848 meter hingga Lubuk Linggau di +130 meter, setiap stasiun memiliki cerita geografis, sejarah, dan pola perjalanan yang berbeda. Data aktivitas pelanggan menunjukkan bahwa stasiun-stasiun pada lintasan dengan elevasi tinggi tersebut tetap menjadi bagian dari mobilitas masyarakat hingga hari ini,” kata Anne.

