Jakarta, Rasional.co – Petani dan pedagang di Banten memiliki pilihan transportasi untuk membawa hasil tani dan barang dagangan menuju pasar dengan tarif Rp3.000. Layanan Kereta Petani dan Pedagang di lintas Rangkasbitung-Merak itu telah mencatat lebih dari 42.300 pengguna sepanjang Januari hingga September 2026.
Layanan yang dioperasikan KAI Commuter tersebut menyediakan 14 perjalanan setiap hari untuk relasi Merak-Rangkasbitung pulang-pergi. Kereta ini ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi terjangkau, termasuk petani dan pedagang dengan barang bawaan relatif banyak.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, pengguna memanfaatkan layanan tersebut untuk membawa hasil tani dan barang dagangan ke sejumlah wilayah, antara lain Serang, Lebak, dan Pandeglang. Kereta juga digunakan untuk kebutuhan mobilitas masyarakat lainnya di sepanjang lintas tersebut.
“Kereta Petani dan Pedagang hadir untuk menyediakan pilihan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan para pedagang atau petani dengan barang bawaan yang cukup banyak untuk menuju atau dari pusat perbelanjaan atau pasar-pasar,” kata Karina pada keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Cikeusal Jadi Titik dengan Aktivitas Tertinggi
Stasiun Cikeusal di Kabupaten Serang menjadi stasiun dengan volume pengguna Kereta Petani dan Pedagang tertinggi menurut data KAI Commuter. Sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 12.380 pengguna naik dari stasiun tersebut dan 11.823 pengguna turun di sana.
Sementara itu, Stasiun Rangkasbitung mencatat 9.247 pengguna naik dan 9.926 pengguna turun selama periode yang sama. Data tersebut menunjukkan aktivitas perjalanan pengguna layanan di kedua stasiun, meski tidak serta-merta menggambarkan jumlah individu yang berbeda.
KAI Commuter menilai konektivitas transportasi penting bagi masyarakat di wilayah yang memiliki aktivitas pertanian dan perdagangan. Dengan tarif yang terjangkau, kereta menjadi salah satu alternatif perjalanan bagi petani dan pedagang yang hendak menuju pasar atau membawa barang dagangan kembali ke daerah asal.
Karina mengatakan, KAI Commuter akan mengevaluasi layanan di lintas Merak-Rangkasbitung agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Perusahaan juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung kelancaran mobilitas petani dan pedagang.
“Terlebih transportasi ini bersentuhan langsung dengan petani dan pedagang. Jadi, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait sehingga layanan kereta api benar-benar bisa menjadi solusi mobilisasi bagi masyarakat yang efektif dan terjangkau,” ujar Karina.

