Jakarta – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kenyamanan ruang publik bagi ratusan ribu massa.
Armada Tempur Kebersihan di Titik Massa
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyiagakan 1.400 petugas kebersihan untuk mendukung kelancaran peringatan May Day, Jumat (1/5). Langkah strategis ini bertujuan agar para buruh dapat menyuarakan aspirasi dalam lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman.
Mengingat estimasi kehadiran massa mencapai 300.000 orang dan rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kesiapan pelayanan publik menjadi prioritas utama pemerintah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa 1.400 personel tersebut merupakan gabungan dari Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup di lima wilayah kota serta Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPSBA). Tim ini bekerja secara spartan dalam dua sif untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah di area vital.
“Selain personel, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga menyiapkan berbagai sarana kebersihan yang ditempatkan di area Monas, taman Monas, serta sejumlah kantong parkir seperti Lapangan Banteng, Kemayoran, dan kawasan Gelora Bung Karno,” ujar Dudi Gardesi di Jakarta, Jumat (1/5).
Fasilitas Lengkap dan Edukasi Pemilahan Sampah Dinas LH DKI Jakarta juga mengerahkan armada pendukung yang meliputi 18 unit road sweeper, 12 unit truk anorganik, 12 unit truk compactor, serta 23 unit bus toilet dan toilet portable. Untuk mempermudah peserta aksi, petugas menyediakan 112 dustbin dan 1.400 kantong plastik yang tersebar di titik-titik keramaian.
Pemerintah juga menyediakan tempat sampah terpilah untuk residu, material daur ulang, dan sampah organik. Dudi menegaskan bahwa momentum May Day tahun ini memiliki makna mendalam karena sinergi antara isu ketenagakerjaan dan kelestarian lingkungan hidup kini berjalan beriringan.
“Kami mengajak seluruh peserta May Day untuk membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah. Dengan kolaborasi semua pihak, Jakarta akan tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.

