Bagaimana dengan air purifier atau penjernih udara? Alat ini memang ngebantu banget buat membersihkan sirkulasi udara di rumah. Tapi, Prof. Tjandra mengingatkan supaya warga nggak perlu sampai panic buying.
“Kalau sudah punya air purifier, silakan dipakai. Tapi bukan berarti semua orang harus buru-buru beli. Efektivitas alat ini juga sangat bergantung pada seberapa pekat asap yang mengepung rumah kita. Kita nggak pernah tahu pasti kemampuan sedotnya sekuat apa kalau asapnya sudah sangat ekstrem,” paparnya.
Jangan Remehkan Gejala ISPA, Segera Periksa!
Menghirup asap beracun dari menit ke menit itu ibarat nabung penyakit. Jadi, kalau kamu atau anggota keluarga mulai ngerasain gejala seperti batuk, pilek, atau sesak napas, jangan tunda ke dokter.
Terutama untuk kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, atau mereka yang punya penyakit bawaan (komorbid) seperti asma. “Jangan tunggu sampai dua atau tiga hari baru berobat. Kalau hari ini ada keluhan, hari ini juga langsung ke faskes supaya penanganannya cepat dan tepat,” tegas Prof. Tjandra.
Alarm Kemenkes: Jutaan Warga Terdampak Darurat Karhutla 2026
Bahaya karhutla tahun ini memang nggak main-main. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat ada sekitar 5,4 juta jiwa yang tersebar di tujuh provinsi terdampak langsung oleh bencana ini. Ketujuh provinsi yang kini berstatus siaga darurat meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.
Dampak kesehatannya? Sangat mengkhawatirkan. Dr. Imran Pambudi, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, membeberkan fakta bahwa hingga akhir Agustus 2026 saja, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sudah tembus lebih dari 50 ribu kasus.
“Yang paling bikin sedih, hampir 40 ribu dari total kasus ISPA tersebut menyerang kelompok usia di atas lima tahun dan juga para lansia,” ungkap ImraN.

