SIKKA – Bantuan korban gempa magnitudo 7,7 akhirnya tiba di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan dikirim melalui jalur laut dan udara setelah akses lumpuh akibat longsor.
Pulau Palue menjadi salah satu daerah paling terdampak di Kabupaten Sikka. Warga pulau tersebut terisolasi sejak gempa terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pagi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bantuan kini didistribusikan ke sejumlah desa terdampak, Senin (17/8/26).
Bantuan tersebut terdiri atas 150 unit tenda keluarga, 400 lembar matras, dan enam unit genset. BNPB juga mengirim enam jeriken bahan bakar minyak (BBM), masing-masing berkapasitas 20 liter.
Bantuan lainnya mencakup 10 boks peralatan listrik, 300 lembar selimut, 100 paket hygiene kits, dan 100 paket kidsware. Sebanyak 600 paket sembako serta 100 dus air minum juga disalurkan.
BNPB turut mengirim 1,6 ton beras untuk kebutuhan selama satu minggu ke depan dan 150 liter minyak goreng. Bantuan juga mencakup obat-obatan serta dukungan delapan tenaga medis dari Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Puskris Kemenkes).
Pemulihan infrastruktur kelistrikan di Pulau Palue juga terus dilakukan. Berdasarkan data PLN UP3 Flores Bagian Timur, per Senin, 17 Agustus 2926, pukul 17.00 Wita, empat dari enam gardu terdampak telah menyala.
Sementara itu, dua unit gardu listrik masih dalam kondisi padam. “Sampai saat ini upaya perbaikan terus dilakukan guna mempercepat penanganan darurat,” ujar Berton.
Pendistribusian bantuan ke sejumlah desa terdampak masih dilakukan. Upaya tersebut berjalan bersamaan dengan perbaikan jaringan listrik untuk mempercepat penanganan darurat.

