Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » AFC, UEFA, dan Concacaf Kompak Tolak Proyek FIFA Forward Enterprise
    Sport

    AFC, UEFA, dan Concacaf Kompak Tolak Proyek FIFA Forward Enterprise

    AyuBy AyuAgustus 10, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – Tiga raksasa konfederasi sepak bola dunia, Asia (AFC), Eropa (UEFA), serta Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) terang-terangan melayangkan kritikan tajam kepada FIFA. Melalui surat bersama, tiga federasi itu tegas menentang proyek FIFA Forward Enterprise (FFE).

    Langkah balasan ini dipicu oleh rencana FIFA melepas saham komersial hak penyelenggaraan Piala Dunia ke pihak swasta. Bagi AFC, UEFA, dan Concacaf, komersialisasi berlebihan ini sangat berbahaya karena berpotensi merusak independensi serta integritas Piala Dunia—turnamen bergengsi yang akan menginjak usia satu abad pada 2030 mendatang.

    “Sepak bola sejatinya milik pemain, suporter, klub, asosiasi anggota, hingga setiap lembaga yang dipercaya menjaga masa depannya. Atas dasar itulah, kami berdiri bersama menyuarakan keprihatinan ini,” bunyi petikan surat terbuka yang dirilis di laman resmi Concacaf, Senin.

    Bukan Sekadar Salah Paham, Tapi Krisis Kepemimpinan FIFA

    Meski wacana FFE akhirnya ditarik kembali usai gelombang protes dari berbagai organisasi sepak bola global, urusan ini nyatanya belum usai. Ketiga konfederasi justru melayangkan sorotan tajam pada aspek kepemimpinan FIFA di bawah komando Gianni Infantino.

    Mereka mengingatkan bahwa memimpin badan sepak bola dunia adalah bentuk pengabdian penuh bagi seluruh komunitas sepak bola tanpa terkecuali.

    Poin Utama Gelombang Protes:
    - Rencana privatisasi hak komersial Piala Dunia dinilai cacat sejak awal.
    - Pengambilan keputusan sepihak tanpa keterlibatan penuh Dewan FIFA.
    - Minimnya transparansi dan akuntabilitas dari jajaran pimpinan FIFA.
    

    Dalam balasan sebelumnya, FIFA sempat bergeming dan mengaburkan polemik ini sebagai sekadar “masalah komunikasi” dalam proses pengajuan. Namun, argumen tersebut langsung disanggah tajam. Bagi AFC, UEFA, dan Concacaf, masalah utamanya bukan gagap berkomunikasi, melainkan kegagalan fatal dalam mengambil keputusan.

    Pertemuan Tertutup di Maroko Munculkan Tanda Tanya Besar

    Kekhawatiran soal tata kelola FIFA makin memuncak setelah terungkapnya agenda pertemuan pimpinan FIFA di Maroko. Agenda tersebut hanya dihadiri segelintir komite manajemen tanpa mengikutsertakan anggota Dewan FIFA maupun asosiasi anggota lainnya.

    Ketiadaan keterbukaan inilah yang memicu sinyal bahaya bagi masa depan transparansi induk organisasi sepak bola tertinggi tersebut.

    “Ada keheningan saat akuntabilitas dibutuhkan. Ada jarak ketika transparansi mutlak diperlukan. Ini jelas bukan kualitas kepemimpinan yang layak bagi sepak bola,” tegas pernyataan bersama itu.

    Melalui manuver tegas ini, AFC, UEFA, dan Concacaf mendesak agar prinsip persatuan dan keterbukaan kembali dijunjung tinggi—menuntut kepemimpinan yang benar-benar melayani sepak bola, bukan yang berambisi mengendalikannya.

    AFC Berita Sepak Bola Concacaf FIFA FIFA Forward Enterprise Gianni Infantino Hak Komersial Piala Dunia Regulasi FIFA Sepak Bola Internasional Tata Kelola Sepak Bola UEFA
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleUsai IPO, RANS Gandeng Mayora Kembangkan Bisnis Cipungland
    Next Article Marc Klok Terima Rasa Sakit Timnas Gagal di AFF 2026, Siap Kembali dengan Rasa Lapar yang Lebih Besar
    Ayu

    Related Posts

    Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda

    Agustus 31, 2026

    Pecahkan Rekor Transfer, Liverpool Resmi Boyong Bradley Barcola dari PSG

    Agustus 31, 2026

    Persik Kediri Dukung Penghapusan Regulasi Pemain U23 di Super League 2026/2027

    Agustus 31, 2026

    Mees Hilgers Resmi Pindah ke SC Heerenveen, Siap Buka Lembaran Baru di Eredivisie

    Agustus 31, 2026

    Darurat Sepak Bola Indonesia! 28 Klub Masih Berutang Rp14,8 Miliar ke Pemain, Siapa Saja?

    Agustus 31, 2026

    Live Streaming Persib vs Manila Digger 31 Agustus 2026, Kick-off 19.00 WIB

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    By Bayu PratamaSeptember 2, 2026

    Rasional.co – Pagi, sore, hingga malam, Amat Surman kini memiliki kesibukan baru di rumahnya di…

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?