JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) dan Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kapolri (Wakapolri). Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pengangkatan keduanya dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Keppres Nomor 97/POLRI Tahun 2026.
Pelantikan ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung Presiden Prabowo. Dalam sumpah tersebut, Suyudi dan Wahyu menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta komitmen menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi etika jabatan dan Tribrata.
Suyudi Ario Seto sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Sementara Wahyu Hadiningrat merupakan lulusan Akpol 1992 dan sebelumnya menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran.
Dalam pelantikan tersebut, Suyudi Ario Seto juga memperoleh kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
Usai pelantikan tersebut, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari menyampaikan ucapan selamat kepada Suyudi Ario Seto atas amanah barunya sebagai Kapolri. Dia berharap kepemimpinan Suyudi dapat terus memperkuat keamanan dan ketertiban sehingga tercipta kondisi yang kondusif bagi masyarakat maupun dunia usaha.
“Semoga ke depan keamanan tetap kondusif, sinergi dan kolaborasi dengan semua pihak terus diperkuat sehingga tercipta suasana yang kondusif dan iklim usaha semakin aman,” ujarnya.
Menurut pria yang kerap disapa AYP ini, stabilitas keamanan memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan aktivitas ekonomi. Karena itu, Kadin Indonesia menyatakan dukungan terhadap sinergi dengan Kepolisian dalam menciptakan lingkungan usaha yang aman dan kondusif.
“Kami dari Kadin Indonesia tentunya saling mendukung dengan Kepolisian agar target peningkatan ekonomi 8 persen secara nasional dapat dicapai,” katanya.

Keamanan dan Iklim Usaha
Pesan AYP tersebut menempatkan stabilitas keamanan sebagai salah satu unsur penting dalam mendukung aktivitas dunia usaha. Kepastian dan kondisi usaha yang kondusif dibutuhkan agar pelaku ekonomi dapat menjalankan kegiatan bisnis, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.
Kadin Indonesia sebelumnya juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional. Andi Yuslim Patawari dalam berbagai kesempatan juga menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem usaha dan mendorong target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Dengan dilantiknya Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri, perhatian berikutnya tertuju pada pelaksanaan tugas kepemimpinan baru Polri, termasuk penguatan keamanan dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Bagi dunia usaha, stabilitas keamanan dan kepastian dalam menjalankan aktivitas ekonomi menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan serta mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

