JAKARTA – Perjuangan Tim Nasional Indonesia menembus babak final FIFA ASEAN Cup 2026 seusai melibas Bangladesh 9-2 mendapat sorotan tajam media olahraga Italia, Corriere dello Sport. Corriere dello Sport menyoroti kebangkitan sepak bola nasional bertepatan pada momentum peringatan empat tahun tragedi Kanjuruhan.
Pembenahan sistem terus berjalan di bawah komando Erick Thohir sejak menjabat Ketua Umum PSSI pada Februari 2023. Transformasi mencakup perbaikan tata kelola, peningkatan profesionalisme, penguatan tim nasional, pembinaan usia muda, serta optimalisasi tenaga pemain diaspora.
Kebangkitan Raksasa Tertidur
Wawancara eksklusif Corriere dello Sport bersama Erick Thohir menyebut Indonesia sebagai raksasa tertidur. Istilah tersebut merujuk pada potensi besar sepak bola nasional bila mendapat dukungan tata kelola profesional serta transparan. Tragedi Kanjuruhan menjadi titik balik penting proses perbaikan sistem secara menyeluruh.
“Empat tahun lalu, sebanyak 135 nyawa berpulang di Kanjuruhan. Sebelum laga bergulir, seluruh elemen stadion mengheningkan cipta sejenak guna menghormati para korban tewas, kemudian skuad Garuda berjuang tanpa lelah sampai menit ke-97 demi membawa bendera Indonesia ke partai final,” tegas Erick Thohir.
Pertandingan sarat emosi ini berfokus pada evaluasi masa lalu demi perbaikan masa depan. Memori tragedi Kanjuruhan berfungsi sebagai pengingat abadi agar penyelenggara kompetisi mampu menjamin keamanan setiap penonton di dalam stadion.
Drama Menuju Partai Puncak
Laga kontra Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) mewajibkan kemenangan skor besar demi mengunci posisi puncak klasemen. Pasukan Merah Putih sukses mencetak kemenangan telak 9-2 sekaligus menyingkirkan Malaysia melalui keunggulan selisih gol. Total perolehan gol tim nasional mencapai angka 11, unggul atas sembilan gol milik armada negeri jiran.
Proses panjang menuju partai puncak penuh rintangan akibat rentetan keputusan kontroversial wasit lapangan. Pengadil lapangan sempat menganulir gol Justin Hubner atas dugaan offside, mengusir Thom Haye melalui hukuman kartu merah, serta membatalkan gol sepakan keras Ole Romeny.
Seusai melewati persaingan panas Grup A, Indonesia bersiap menantang kekuatan dominan Thailand pada laga puncak penentuan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.

