JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada 8-10 September 2026, meski sebagian besar wilayah masih mengalami musim kemarau.
Aceh dan Sumatra Utara masuk kategori Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat, sementara 21 wilayah lain mendapat peringatan potensi angin kencang.
BMKG menyebut cuaca Indonesia pada 8-10 September umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, peningkatan hujan dengan intensitas sedang perlu diwaspadai di Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, dan Papua.
Potensi angin kencang pada periode tersebut meliputi Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
Wilayah lain yang juga berpotensi mengalami angin kencang adalah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
BMKG menjelaskan potensi hujan signifikan tersebut tetap muncul di tengah musim kemarau karena dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Faktor tersebut antara lain aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, serta pola perlambatan dan belokan angin di sejumlah wilayah.
Pada 3-6 September 2026, hujan lebat hingga sangat lebat juga tercatat di sejumlah daerah. Curah hujan tertinggi tercatat di Sumatra Utara sebesar 137 milimeter per hari, disusul Aceh 94 milimeter per hari, Sulawesi Selatan 55 milimeter per hari, dan Kalimantan Barat 50 milimeter per hari.
BMKG mencatat curah hujan Indonesia pada Dasarian I hingga III September 2026 secara umum diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0-150 milimeter per dasarian. Kondisi kering masih dipengaruhi El Niño kategori sangat kuat yang mengurangi suplai kelembapan menuju Indonesia.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami cuaca buruk diminta mewaspadai pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir. BMKG juga mengimbau masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh saat cuaca buruk.
BMKG meminta masyarakat terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan.

