Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Cek Daftarnya! Enam Provinsi Ini Jadi Fokus Modifikasi Cuaca Hadapi Kekeringan
    Ekonomi

    Cek Daftarnya! Enam Provinsi Ini Jadi Fokus Modifikasi Cuaca Hadapi Kekeringan

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaJuli 29, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – Pemerintah menetapkan enam provinsi sebagai fokus utama pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk menghadapi musim kemarau yang bertepatan dengan fenomena El Nino tahun ini. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kelembapan lahan gambut, mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta mendukung ketersediaan air.

    Enam provinsi yang menjadi prioritas yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

    Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga akan dilakukan secara situasional di Kepulauan Riau dan Aceh sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan operasi modifikasi cuaca akan dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kelembapan tanah, terutama di kawasan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau.

    • Baca juga: Siap-siap! AI Bakal Diatur Undang-Undang, Pemerintah Awali Lewat Perpres

    “Itu juga dilakukan secara berkala operasi modifikasi cuaca untuk menjenuhkan tanah di sana, tanah gambut di sana, agar dia tidak mudah terbakar. Termasuk kita melakukan di Kepulauan Riau juga untuk modifikasi cuaca, dan juga di Aceh, beberapa tempat secara situasional tergantung situasi dan kondisi,” ujarnya usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (28/7).

    Kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas mengenai kesiapan pemerintah menghadapi musim kemarau dan fenomena El Nino bersama jajaran Kabinet Merah Putih.

    Selain untuk mengurangi risiko karhutla, operasi modifikasi cuaca juga dimanfaatkan untuk membantu pengisian air di sejumlah waduk di berbagai wilayah Indonesia.

    Menurut Faisal, BMKG bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, serta sejumlah pihak swasta untuk mendukung pengisian waduk yang berfungsi sebagai sumber air bagi pembangkit listrik tenaga air (PLTA), irigasi pertanian, hingga kebutuhan air bersih masyarakat.

    “Untuk kekeringan, BMKG melakukan beberapa modifikasi cuaca, bekerja sama dengan BNPB, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan, dan juga dengan swasta untuk pengisian waduk. Pengisian waduk-waduk yang ada di Indonesia, kita punya 240 waduk, beberapa memang tidak semua itu kita coba isi agar bisa difungsikan untuk PLTA, bisa difungsikan untuk irigasi, dan air bersih,” katanya.

    Faisal menjelaskan, strategi pemerintah tahun ini mengedepankan langkah pencegahan sebelum kebakaran terjadi, bukan hanya melakukan pemadaman ketika titik api sudah muncul.

    Menurut dia, modifikasi cuaca dapat meningkatkan curah hujan sehingga menghasilkan jutaan meter kubik air yang membantu menjaga kelembapan lahan dan mencegah tanah gambut menjadi terlalu kering.

    “Tidak hanya kita menunggu adanya titik api, kemudian kita padamkan dengan water bombing, kemudian dengan pemadam yang disemprot, dan sebagainya. Tapi ketika permukaan air tanahnya sudah menurun, itu dilakukan modifikasi cuaca yang dapat menjatuhkan jutaan kubik air, dan kemudian dapat menjenuhkan daerah tersebut,” ujarnya.

    Ia menambahkan pendekatan tersebut membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan kini lebih terkendali dibandingkan periode sebelum 2015.

    BMKG Cuaca Kekeringan Kemarau Modifikasi presiden prabowo subianto
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSiap-siap! AI Bakal Diatur Undang-Undang, Pemerintah Awali Lewat Perpres
    Next Article Penjualan Semen Indonesia Tembus 18,27 Juta Ton, Jawa Barat Jadi Target Utama Ekspansi
    Bayu Pratama

    Related Posts

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    September 2, 2026

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    By MartinSeptember 2, 2026

    JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax Green 95…

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?