Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Komdigi: Indonesia Masih Sebatas Pengguna AI, Belum Jadi Pengembang
    Ekonomi

    Komdigi: Indonesia Masih Sebatas Pengguna AI, Belum Jadi Pengembang

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaJuli 23, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA, Rasional.co – Indonesia dinilai masih berada pada tahap pemanfaatan atau sebatas pengguna (usage) teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), sehingga perlu memperkuat kapasitas nasional agar mampu menjadi pengembang teknologi tersebut.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengatakan peningkatan kemampuan itu harus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, komunitas, dan pelaku inovasi.

    “Kita masih di level usage. Kita belum menjadi developer untuk soal AI,” ujar Nezar saat menjadi keynote speaker dalam acara Grab Venture Velocity Batch 9 di Jakarta, Rabu (22/7).

    Menurut Nezar, Indonesia sebenarnya memiliki modal untuk berkompetisi dalam industri AI. Tingkat adopsi teknologi AI terus meningkat, startup berbasis AI mulai bermunculan, dan inisiatif pengembangan large language model (LLM) nasional juga mulai berkembang.

    Namun, ia menilai modal tersebut belum cukup jika Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi yang dikembangkan negara lain. Karena itu, kemampuan riset, pengembangan, dan inovasi harus terus diperkuat agar Indonesia dapat mengambil peran lebih besar dalam ekosistem AI global.

    • Baca juga: Sentil Operator Seluler hingga Gerai, Komdigi: Awasi Registrasi Kartu SIM Biometrik

    Nezar menjelaskan persaingan AI saat ini juga telah bergeser. Kompetisi tidak lagi hanya sebatas menciptakan aplikasi, tetapi mencakup penguasaan semikonduktor, pusat data (data center), graphics processing unit (GPU), hingga rantai pasok mineral kritis yang menjadi fondasi industri AI.

    Karena itu, Indonesia dinilai tidak boleh terlambat masuk ke dalam rantai pasok global industri AI.”Yang paling penting lagi adalah, jangan terlambat untuk masuk ke dalam global supply chain, termasuk AI,” katanya.

    Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi melalui cadangan mineral kritis seperti nikel dan pasir silika. Menurutnya, hilirisasi sumber daya tersebut menjadi produk bernilai tambah dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri semikonduktor dunia.

    “Hilirisasi dari mineral kritis yang mentah itu menjadi produk antara yang kira-kira memperkuat posisi kita dalam global supply chain di industri semikonduktor,” ujarnya.

    Untuk mendukung pengembangan AI nasional, pemerintah juga tengah menyiapkan Peta Jalan AI yang akan ditetapkan melalui Peraturan Presiden. Regulasi tersebut dirancang menggunakan pendekatan berbasis risiko agar inovasi tetap berkembang sekaligus memastikan pemanfaatan AI berlangsung secara bertanggung jawab.

    Nezar menegaskan AI seharusnya menjadi teknologi pendamping yang membantu meningkatkan produktivitas manusia, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.

    AI Digital Grab Kemkomdigi Komdigi Nezar Patria
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePresiden Prabowo Percepat Pembentukan IIFC, Jakarta Jadi Lokasi Transisi Sebelum ke Bali
    Next Article Kemenpar dan Kemensos Sepakat Perkuat Akses Pendidikan dan SDM Pariwisata
    Bayu Pratama

    Related Posts

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    By MartinSeptember 2, 2026

    JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax Green 95…

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?