Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    KADIN dan KJRI Kuching Perkuat Kolaborasi Ekonomi Perbatasan, BIHAS 2026 Jadi Momentum

    Juli 22, 2026

    Kadin Indonesia Dorong Kawasan Borneo Jadi Hub Industri Halal Regional Lewat Lima Agenda Strategis

    Juli 22, 2026

    Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Menperin: P3DN Jadi Mesin Penggerak Industri Nasional

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • KADIN dan KJRI Kuching Perkuat Kolaborasi Ekonomi Perbatasan, BIHAS 2026 Jadi Momentum
    • Kadin Indonesia Dorong Kawasan Borneo Jadi Hub Industri Halal Regional Lewat Lima Agenda Strategis
    • Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Menperin: P3DN Jadi Mesin Penggerak Industri Nasional
    • Peringati Hari Anak, Komdigi Minta Orang Tua Dampingi Buah Hati di Ruang Digital
    • Tekanan Global Menguat, Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 5,75%
    • Teknologi AI Diuji di Kalbe Farma, Kemenperin Dorong Transformasi Digital Manufaktur
    • Prabowo ke 1.177 Perwira Baru: Kini Kalian Milik Bangsa dan Negara
    • Mundur karena Sakit, Kepala BGN Tetap Dipercaya Prabowo Awasi Lembaga
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Kamis, Juli 23
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Tekanan Global Menguat, Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 5,75%
    Ekonomi

    Tekanan Global Menguat, Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate 5,75%

    inan nunungBy inan nunungJuli 22, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA, Rasional.co – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21–22 Juli 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen. Suku bunga Deposit Facility juga ditetapkan tetap sebesar 4,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen.

    Keputusan tersebut diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah naiknya ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, langkah ini konsisten menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

    Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa bauran kebijakan moneter tetap diarahkan pada stabilitas (pro-stability). Di sisi lain, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus didorong untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional (pro-growth).

    Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi Global

    Eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran pada awal Juli 2026 kembali meningkatkan ketidakpastian global. Hambatan di Selat Hormuz mengganggu rantai pasok pasokan dunia hingga mendorong kenaikan harga minyak serta komoditas utama.

    Pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diperkirakan melambat ke level 3,0 persen dengan inflasi global naik mendaki mendekati 4,5 persen. Kondisi tersebut memicu pengetatan moneter global, termasuk potensi kenaikan suku bunga Fed Funds Rate pada triwulan IV 2026.

    Tekanan modal keluar dari negara berkembang juga memicu penguatan mata uang dolar AS secara signifikan. Situasi eksternal ini menuntut penguatan respons kebijakan moneter dan sinergi fiskal guna menjaga ketahanan ekonomi domestik.

    Pelonggaran Likuiditas dan Insentif Perbankan

    Untuk memperkuat aliran modal asing, Bank Indonesia memperluas insentif pengurangan premi investasi portofolio. Insentif Swap Jual Lindung Nilai ditingkatkan dari 10 persen menjadi 12,5 persen, serta DNDF Jual Lindung Nilai sebesar 15 persen.

    BI juga menyempurnakan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) demi mengatasi segmentasi likuiditas dan mendorong kredit sektor prioritas. Besaran maksimal insentif KLM yang dapat diterima bank dinaikkan dari 5,5 persen menjadi 6,0 persen dari Dana Pihak Ketiga.Aturan penyempurnaan KLM tersebut dijadwalkan mulai berlaku efektif pada 1 September 2026. Sementara itu, perluasan underlying transaksi repo melibatkan obligasi atau sukuk korporasi PT SMI dan PT SMF mulai akhir September 2026.

    Penguatan Sektor Inklusif dan Digitalisasi

    BI turut memperkuat Kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang akan berlaku efektif 1 Oktober 2026. Kebijakan ini memperluas skema pembiayaan perbankan ke rantai pasok UMKM serta memperkuat mekanisme transfer antarbank berbasis kontrak.

    Pada sektor sistem pembayaran, digitalisasi terus diperluas untuk memperkuat daya beli masyarakat melalui kerja sama QRIS antarnegara. Langkah ini didukung integrasi inovasi pada Pusat Inovasi Digital Indonesia Digdaya guna mencetak talenta digital nasional.

    Bank Indonesia memastikan koordinasi erat bersama Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan terus diperkuat. Sinergi ini difokuskan untuk memitigasi dampak risiko global sekaligus mendukung pembiayaan program prioritas Asta Cita Pemerintah.

    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleTeknologi AI Diuji di Kalbe Farma, Kemenperin Dorong Transformasi Digital Manufaktur
    Next Article Peringati Hari Anak, Komdigi Minta Orang Tua Dampingi Buah Hati di Ruang Digital
    inan nunung

    Related Posts

    KADIN dan KJRI Kuching Perkuat Kolaborasi Ekonomi Perbatasan, BIHAS 2026 Jadi Momentum

    Juli 22, 2026

    Kadin Indonesia Dorong Kawasan Borneo Jadi Hub Industri Halal Regional Lewat Lima Agenda Strategis

    Juli 22, 2026

    Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Menperin: P3DN Jadi Mesin Penggerak Industri Nasional

    Juli 22, 2026

    Teknologi AI Diuji di Kalbe Farma, Kemenperin Dorong Transformasi Digital Manufaktur

    Juli 22, 2026

    Menkeu Purbaya Tegaskan Bea Cukai Tidak Dibubarkan, Pengawasan Barang Ilegal Kian Ketat

    Juli 21, 2026

    Utang Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun, OJK Akui Daya Bayar Debitur Melemah

    Juli 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    KADIN dan KJRI Kuching Perkuat Kolaborasi Ekonomi Perbatasan, BIHAS 2026 Jadi Momentum

    By MartinJuli 22, 2026

    KUCHING – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Konsulat Jenderal Republik…

    Kadin Indonesia Dorong Kawasan Borneo Jadi Hub Industri Halal Regional Lewat Lima Agenda Strategis

    Juli 22, 2026

    Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Menperin: P3DN Jadi Mesin Penggerak Industri Nasional

    Juli 22, 2026
    Top Trending

    Kadin Indonesia Dorong Kawasan Borneo Jadi Hub Industri Halal Regional Lewat Lima Agenda Strategis

    By MartinJuli 22, 2026

    KUCHING, SERAWAK – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong kawasan Borneo…

    KADIN dan KJRI Kuching Perkuat Kolaborasi Ekonomi Perbatasan, BIHAS 2026 Jadi Momentum

    By MartinJuli 22, 2026

    KUCHING – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melakukan kunjungan kerja ke…

    Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Menperin: P3DN Jadi Mesin Penggerak Industri Nasional

    By inan nunungJuli 22, 2026

    JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan Program Peningkatan Penggunaan Produk…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?