JAKARTA – Pertandingan babak 32 besar Belanda vs Maroko Piala Dunia 2026 di Monterrey Stadium, Meksiko, melahirkan drama luar biasa setelah Singa Atlas mendepak Tim Oranje lewat adu penalti dengan skor 3-2, Selasa (30/6/2026) WIB.
Laga sengit berdurasi 120 menit tersebut sempat berakhir imbang 1-1 sebelum akhirnya kiper Yassine Bounou mementahkan tendangan penentu Crysencio Summerville dalam babak tos-tosan.
Pelatih Belanda, Ronald Koeman, menurunkan formasi kejutan lima bek sejak awal laga, sebuah strategi bertahan tak biasa setelah melewati 31 pertandingan sebelumnya dengan skema empat bek. Belanda memecah kebuntuan pada menit ke-72 lewat sepakan terukur Cody Gakpo memanfaatkan umpan Summerville.
Gol keenam Gakpo sepanjang sejarah Piala Dunia ini menyamai torehan para legenda sepak bola Belanda, berada tepat di bawah rekor tujuh gol milik Johnny Rep. Gakpo tampak emosional merayakan gol tersebut menyusul kabar duka kehilangan calon buah hatinya bersama sang pasangan.
Kemenangan di depan mata buyar ketika bek Maroko, Issa Diop, menanduk bola masuk ke gawang Bart Verbruggen pada menit ke-90 lebih 5 detik memanfaatkan umpan silang Chemsdine Talbi. Gol penyama kedudukan ini tercatat sebagai gol paling telat kedua dalam sejarah Maroko di turnamen akbar ini, setelah gol menit ke-91 lewat aksi Zakaria Aboukhlal ke gawang Belgia edisi 2022 silam.
Dominasi Statistik Singa Atlas di Lini Tengah
Gelandang Maroko, Neil El Aynaoui, mengendalikan jalannya laga dengan melepaskan 134 operan sukses sepanjang pertandingan. Catatan impresif tersebut menjadi salah satu jumlah operan terbanyak dalam satu laga di kompetisi ini, hanya kalah dari gelandang Argentina Leandro Paredes saat menghadapi Yordania.
Sektor penyerangan sayap kanan Maroko juga merepotkan barisan pertahanan lawan. Achraf Hakimi mencatatkan 5 sentuhan di kotak penalti lawan, menyamai catatan Ismael Saibari dalam pertandingan ini. Secara keseluruhan, Hakimi mengoleksi 30 sentuhan di kotak penalti selama berkarier di ajang tertinggi ini, rekor tertinggi bagi pesepak bola asal Maroko.
Kegagalan Eksekutor Oranje di Babak Tos-tosan
Memasuki babak adu penalti, Ismael Saibari maju sebagai eksekutor kelima dan sukses menyarangkan bola ke sudut bawah kiri gawang, sekaligus mengunci tiket babak 16 besar bagi Maroko untuk menantang Kanada di Houston. Sebaliknya, dua penendang Belanda, Quinten Timber dan Justin Kluivert, gagal menemui sasaran sebelum akhirnya penyelamatan gemilang Bounou memastikan kepulangan prematur tim Eropa tersebut.
“Hasil ini merupakan buah dari kerja keras luar biasa, tim menolak menyerah hingga detik terakhir,” ujar pencetak gol penentu kemenangan, Ismael Saibari.

