Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Utang Pemerintah Indonesia Hampir Rp10K Triliun, Purbaya Tetap Tenang
    Ekonomi

    Utang Pemerintah Indonesia Hampir Rp10K Triliun, Purbaya Tetap Tenang

    AconymousBy AconymousMei 12, 2026Updated:Mei 12, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    utang pemerintah Indonesia
    Foto: Ilustrasi Ai
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – Kondisi fiskal nasional kembali menjadi sorotan setelah utang pemerintah Indonesia mendekati Rp10 ribu triliun pada akhir Maret 2026. Meski angka utang terus meningkat, pemerintah memastikan posisi fiskal nasional masih berada dalam batas aman.

    Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah mencapai Rp9.920,42 triliun hingga akhir Maret 2026. Nilai tersebut naik Rp282,52 triliun hanya dalam tiga bulan dibandingkan posisi akhir 2025.

    Kenaikan itu membuat rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB naik menjadi 40,75 persen. Pemerintah menilai angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimal 60 persen sesuai Undang-Undang Keuangan Negara.

    Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, mayoritas utang pemerintah Indonesia berasal dari Surat Berharga Negara atau SBN. Nilainya mencapai Rp8.652,89 triliun atau setara 87,22 persen dari total utang negara.

    Utang Pemerintah Indonesia Naik Tajam

    Kementerian Keuangan menyebut investor domestik masih menopang sebagian besar pembiayaan negara melalui pasar modal. Karena itu, pemerintah menganggap struktur pembiayaan Indonesia masih cukup terkendali dibandingkan ketergantungan terhadap lembaga keuangan internasional.

    Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penambahan utang terjadi akibat perlambatan ekonomi global dan domestik sepanjang 2025. Pemerintah memilih kebijakan fiskal ekspansif untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

    “Penambahan utang ini adalah langkah sadar untuk menjaga stabilitas nasional. Kita tidak ingin ekonomi mengalami kontraksi dalam yang bisa memicu krisis besar seperti tahun 1998,” kata Purbaya dalam keterangan resminya, Selasa(12/5/26).

    “Lebih baik kita mengelola utang yang terukur daripada membiarkan rakyat jatuh ke jurang krisis,” sambung dia.

    Pemerintah juga menilai masih memiliki ruang fiskal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2026.

    Pengamat Soroti Beban Bunga Utang

    Meski demikian, sejumlah pengamat ekonomi meminta pemerintah tetap berhati-hati dalam mengelola fiskal negara. Mereka mengingatkan biaya bunga utang atau debt service ratio terus meningkat di tengah tekanan nilai tukar rupiah dan suku bunga global.

    Kondisi tersebut berpotensi menekan APBN apabila pengelolaan pembiayaan tidak berjalan cermat. Risiko lainnya ialah berkurangnya alokasi anggaran untuk sektor penting seperti pendidikan dan infrastruktur.

    Kementerian Keuangan memastikan tetap menjalankan konsolidasi fiskal secara bertahap sambil menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah tersebut dilakukan agar utang pemerintah Indonesia tidak membebani APBN dalam jangka panjang.

    APBN ekonomi Indonesia fiskal Indonesia Kementerian Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa rasio utang Surat Berharga Negara utang pemerintah Indonesia
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePesan Keras Purbaya: Pejabat Pajak Jangan Main Titipan
    Next Article Rupiah Anjlok Rp17.500: Konflik Global Picu Kepanikan Pasar
    Aconymous

    Related Posts

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    September 2, 2026

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    September 2, 2026

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Susul BBM Nonsubsidi Lain, Harga Pertamax Green Tembus Rp19.150

    By MartinSeptember 2, 2026

    JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax Green 95…

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Survei Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap sejumlah fungsi…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?