Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Investor Mulai Gelisah, China Kirim Surat ke Prabowo

    Mei 14, 2026

    Pulih 99 Persen, Jokowi Bersiap Keliling Indonesia

    Mei 14, 2026

    Izin Jangan Dipersulit: Prabowo Bentuk Satgas Deregulasi

    Mei 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Investor Mulai Gelisah, China Kirim Surat ke Prabowo
    • Pulih 99 Persen, Jokowi Bersiap Keliling Indonesia
    • Izin Jangan Dipersulit: Prabowo Bentuk Satgas Deregulasi
    • Polarisasi Informasi Digital dan Peran Tokoh Muda Membangun Nalar Publik
    • Dari Menteri Jadi Terdakwa, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara
    • Kongres Biasa FFI 2026: Futsal Indonesia Siap “Naik Kelas” Menuju Piala Dunia 2028
    • KUR Dipangkas 5 Persen, Pemerintah Ringankan Beban Rakyat
    • Fakta Menarik Film Jikobukken: Hadirkan Kengerian Rumah Angker Jepang yang Siap Meneror Penonton
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Kamis, Mei 14
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Dunia

    Investor Mulai Gelisah, China Kirim Surat ke Prabowo

    Rangga YulianarkoBy Rangga YulianarkoMei 14, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    investasi China
    Kamar Dagang China di Indonesia menyurati Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah keluhan terkait iklim investasi dan kepastian usaha. (Foto: istimewa)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – Sejumlah perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia mengirim surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi iklim usaha nasional. Surat tersebut memuat berbagai keluhan pelaku industri yang menilai regulasi dan penegakan hukum mulai menekan keberlangsungan investasi China di Indonesia.

    Surat itu dikirim melalui China Chamber of Commerce in Indonesia dan turut ditembuskan kepada Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia. Dalam dokumen berjudul Letter Requesting Improvement of the Business Environment, para pelaku usaha menegaskan tetap mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan kebijakan pemerintah.

    Namun, mereka mengaku menghadapi berbagai hambatan yang dinilai mengganggu operasional bisnis serta menurunkan kepercayaan investasi jangka panjang. “Masalah-masalah ini telah sangat mengganggu operasi bisnis normal, secara langsung merusak kepercayaan investasi jangka panjang,” tulis surat tersebut dikutip dari Warta Ekonomi, Selasa(12/5/26).

    Perusahaan China juga menyebut selama ini mereka telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga pengembangan industri nasional. Karena itu, mereka meminta pemerintah segera memperbaiki sejumlah kebijakan yang dianggap memberatkan dunia usaha.

    Investasi China Soroti Regulasi Berlapis

    Dalam surat tersebut, pelaku usaha menyoroti kenaikan pajak dan pungutan, termasuk royalti mineral serta pemeriksaan pajak yang disebut semakin intensif. Mereka juga mengkritik kebijakan penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam di bank BUMN karena dianggap mengganggu likuiditas perusahaan.

    Selain itu, perusahaan tambang asal China mengeluhkan pemangkasan kuota produksi bijih nikel yang disebut turun lebih dari 70 persen pada beberapa tambang besar. Mereka menilai kondisi tersebut membuat tekanan operasional industri semakin berat.

    Pelaku usaha juga menyinggung penegakan hukum kehutanan yang dianggap terlalu ketat. Mereka mencontohkan adanya denda hingga 180 juta dolar AS terhadap perusahaan yang disebut tidak memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan.

    Biaya Nikel Disebut Melonjak 200 Persen

    Sektor nikel menjadi perhatian utama dalam surat tersebut. Perusahaan China menyebut perubahan aturan harga patokan mineral dan skema biaya baru membuat ongkos produksi meningkat hingga sekitar 200 persen.

    Selain biaya produksi, mereka juga mengeluhkan proses pengurusan visa tenaga kerja asing yang dinilai semakin rumit dan mahal. Kondisi itu disebut menghambat mobilitas tenaga ahli dan manajemen perusahaan.

    Para pelaku industri menilai kebijakan pemerintah masih belum konsisten dalam jangka panjang. Mereka juga menyoroti penegakan hukum di bidang perpajakan, lingkungan, dan kehutanan yang dianggap belum transparan serta membuka ruang diskresi terlalu besar bagi aparat.

    Investor China mengingatkan ketidakpastian regulasi dapat mengganggu keberlanjutan industri nikel nasional yang melibatkan lebih dari 400 ribu tenaga kerja. Mereka berharap pemerintah segera memperbaiki iklim usaha agar kepercayaan investasi tetap terjaga di Indonesia.

    China Chamber of Commerce in Indonesia iklim investasi industri nikel investasi China investor China Prabowo Subianto regulasi usaha royalti tambang
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePulih 99 Persen, Jokowi Bersiap Keliling Indonesia
    Rangga Yulianarko
    • Website

    Related Posts

    Pulih 99 Persen, Jokowi Bersiap Keliling Indonesia

    Mei 14, 2026

    Izin Jangan Dipersulit: Prabowo Bentuk Satgas Deregulasi

    Mei 14, 2026

    Dari Menteri Jadi Terdakwa, Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara

    Mei 13, 2026

    KUR Dipangkas 5 Persen, Pemerintah Ringankan Beban Rakyat

    Mei 13, 2026

    Scarlett Johansson Terlibat Skandal Pembunuhan di Film Animasi ‘Noir Ray Gunn’

    Mei 13, 2026

    KPK Bongkar Siasat Licik Pengaturan Proyek Rejang Lebong Lewat Wakil Ketua DPD PAN Berinisial BD

    Mei 13, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    BERITA TERKINI

    Investor Mulai Gelisah, China Kirim Surat ke Prabowo

    By Rangga YulianarkoMei 14, 2026

    JAKARTA – Sejumlah perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia mengirim surat resmi kepada Presiden…

    Pulih 99 Persen, Jokowi Bersiap Keliling Indonesia

    Mei 14, 2026

    Izin Jangan Dipersulit: Prabowo Bentuk Satgas Deregulasi

    Mei 14, 2026
    Top Trending

    Izin Jangan Dipersulit: Prabowo Bentuk Satgas Deregulasi

    By Rangga YulianarkoMei 14, 2026

    JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembentukan satuan tugas percepatan deregulasi untuk…

    Pulih 99 Persen, Jokowi Bersiap Keliling Indonesia

    By Rangga YulianarkoMei 14, 2026

    JAKARTA – Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi disebut siap kembali…

    Polarisasi Informasi Digital dan Peran Tokoh Muda Membangun Nalar Publik

    By AconymousMei 13, 2026

    JAKARTA – Arus informasi digital yang bergerak tanpa jeda dinilai mengubah cara…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?