Jakarta – Skandal sporting fraud Serie A dan dugaan manipulasi VAR dipastikan tidak akan mengubah komposisi klasemen Serie A 2025-26 meski melibatkan klub besar seperti Inter Milan. Proses hukum yang berjalan lambat menghalangi federasi untuk menjatuhkan sanksi dalam waktu dekat.
Penundaan Penyelidikan Selamatkan Klasemen
Jaksa penuntut PM Ascione secara resmi mengajukan permohonan perpanjangan masa penyelidikan skandal kecurangan olahraga ini. Berdasarkan laporan La Gazzetta dello Sport, tenggat waktu baru kini bergeser hingga November 2026. Keputusan ini menutup kemungkinan adanya putusan hukum tetap sebelum musim kompetisi panas mendatang berakhir.
Mekanisme hukum di Italia mewajibkan jaksa pidana menyerahkan seluruh dokumen penyelidikan kepada Procura Federale FIGC sebelum sanksi disiplin dapat dieksekusi. Serah terima berkas tersebut hanya terjadi setelah penyelidikan pidana dinyatakan tuntas secara formal. Situasi ini membuat status klasemen musim berjalan tetap aman dari intervensi pengurangan poin atau diskualifikasi.
Kepala Procura FIGC, Giuseppe Chiné, terus mendesak percepatan proses agar keadilan olahraga segera tegak. “Pihak federasi membutuhkan transparansi penuh sebelum mengambil langkah disiplin yang tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ungkap perwakilan otoritas tersebut dalam sebuah pernyataan singkat.
Fokus Pemeriksaan pada Manipulasi Wasit dan VAR
Penyelidik saat ini memusatkan perhatian pada pemeriksaan supervisor VAR, Andrea Gervasoni. Mantan koordinator wasit, Gianluca Rocchi, juga menghadapi tuduhan serius terkait pengarahan penunjukan wasit secara ilegal. Keduanya diduga kuat melakukan manipulasi sistem VAR guna menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam pertandingan krusial.
Selama proses pidana masih bergulir di pengadilan sipil, FIGC kehilangan kewenangan untuk menjatuhkan penalti poin secara instan. Jika terbukti bersalah, segala bentuk sanksi olahraga, termasuk degradasi atau pemotongan poin, baru akan berlaku pada musim 2026-27. Kondisi ini memberikan napas lega bagi tim-tim yang namanya terseret dalam berkas penyidikan untuk fokus menyelesaikan musim ini.

