Jakarta – Jamaah haji Indonesia kloter perdana, umrah wajib, Masjidil Haram, dan pelayanan PPIH Arab Saudi menjadi fokus utama saat rombongan Embarkasi Solo (SOC) 1 memulai ibadah di tanah suci, Jumat (1/5). Seluruh elemen petugas bergerak cepat memastikan keamanan dan kesehatan jamaah selama menjalankan rangkaian prosesi awal haji tahun 2026.
Jamaah calon haji Indonesia yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) Solo 1 resmi melaksanakan ibadah umrah wajib di Masjidil Haram setelah tiba di Makkah. Ketua Rombongan SOC 1, Muhammad Tasrifin Salim, memimpin langsung pergerakan jamaah dengan membagi rombongan ke dalam kelompok kecil beranggotakan 40 orang. Strategi ini bertujuan memaksimalkan perlindungan dan memudahkan pengawasan di tengah kerumunan massa.
Strategi Formasi Huruf U di Masjidil Haram
Demi menjamin keamanan, rombongan menerapkan teknik khusus saat berada di area tawaf. Pengaturan posisi dilakukan secara ketat untuk melindungi jamaah yang memiliki kerentanan fisik lebih tinggi.
“Di Masjidil Haram, jamaah laki-laki membentuk formasi huruf U, dengan jamaah perempuan terlindungi di tengah-tengahnya,” ujar Tasrifin saat menjelaskan prosedur pengamanan anggota rombongannya.
Tasrifin menegaskan bahwa seluruh anggota rombongan saat ini berada dalam kondisi bugar. Sebelum menuju Masjidil Haram, pihak penyelenggara memberikan waktu istirahat yang cukup di hotel serta memastikan penguasaan manasik haji yang telah dipelajari selama di tanah air.
Semangat Lansia dan Imbauan Kesehatan
Ketangguhan mental melampaui keterbatasan fisik ditunjukkan oleh Khusaeri Badrun, pria berusia 84 tahun asal Tegal, Jawa Tengah. Pensiunan petani ini memancarkan aura semangat meski harus menanti bus Shalawat untuk menuju pusat ibadah.
“Doakan lancar ya,” ungkap Khusaeri.
Di sisi lain, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara intensif mengedukasi jamaah mengenai manajemen energi. Petugas melarang jamaah memaksakan diri melakukan ibadah sunnah berlebihan di Masjidil Haram jika kondisi fisik menurun.
Fokus utama tetap tertuju pada puncak haji yang meliputi wukuf, mabit, dan lempar jumrah. Selain itu, PPIH secara tegas mengingatkan jamaah agar tidak memberikan uang tip kepada sopir bus Shalawat demi menjaga integritas layanan transportasi.

