Jakarta – Roberto De Zerbi kini berupaya keras menyelamatkan Tottenham Hotspur dari ancaman degradasi Liga Premier Inggris dengan menanamkan mentalitas pemenang kepada seluruh elemen klub.
Manajer asal Italia tersebut mengirimkan peringatan keras kepada para pemain dan pendukung klub. De Zerbi menegaskan bahwa sikap pesimistis hanya akan memperburuk kondisi tim yang sedang berjuang di papan bawah klasemen.
Sejak menggantikan Igor Tudor pada 31 Maret lalu, De Zerbi melewati jadwal padat dengan catatan satu kemenangan atas Sunderland, hasil imbang kontra Brighton, dan poin penuh saat bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers. Namun, rentetan hasil tersebut belum cukup menjauhkan klub dari bayang-bayang zona merah.
Perang Melawan Mentalitas “Spursy”
De Zerbi menolak keras narasi kepasrahan yang mulai menyelimuti stadion. Pelatih yang pernah menangani Marseille dan Brighton ini meminta semua pihak berhenti meratapi nasib sebelum kompetisi benar-benar berakhir. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya strategi di lapangan, melainkan menghancurkan reputasi negatif yang selama ini melekat pada identitas klub.
“Pecundang menangis dan berpikir negatif. Saya mendengar orang berkata ‘ini tidak mungkin’ atau ‘kita sudah terdegradasi’. Itu belum terjadi! Kita harus berjuang karena kita hanya terpaut dua poin dari West Ham,” tegas De Zerbi.
Fokus pada Kualitas Pemain
Mantan pelatih Shakhtar Donetsk ini memilih untuk mengabaikan kebisingan di luar lapangan dan fokus memoles kemampuan teknis skuadnya. De Zerbi meyakini bahwa kualitas individu pemain Tottenham masih mampu bersaing di level tertinggi asalkan mereka memiliki keberanian mental yang kuat.
“Tantangan terpenting sekarang adalah membungkam suara negatif di dalam diri kita—dalam diri pemain, staf, dan fans. Semua ketakutan itu omong kosong karena saya hanya ingin fokus pada kualitas pemain saya,” lanjutnya.
De Zerbi bertekad menjadikan sisa laga musim ini sebagai ajang pembuktian bahwa semangat juang menjadi kunci utama kebangkitan tim.

