Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari raksasa otomotif Stellantis. Dodge secara resmi mengumumkan bahwa akan menghentikan produksi SUV kompaknya, Dodge Hornet, setelah model tahun 2025 berakhir. Kebijakan tarif impor yang mencekik dan angka penjualan yang tak kunjung memuaskan menjadi alasan utama di balik keputusan pahit ini.
Tarif 25 Persen Jadi “Pembunuh” Utama
Langkah Dodge ini tidak lepas dari dinamika politik perdagangan internasional. Sejak musim panas 2025, Stellantis sebenarnya sudah menghentikan sementara produksi Hornet di pabrik Pomigliano d’Arco, Italia. Hal ini terjadi setelah pemerintah memberlakukan bea masuk sebesar 25 persen untuk kendaraan yang berasal dari Negeri Pizza tersebut.
Juru bicara Dodge mengonfirmasi bahwa “perubahan lingkungan kebijakan” membuat kelangsungan hidup Hornet tidak lagi memungkinkan secara ekonomi. Berbagi basis mekanis dengan Alfa Romeo Tonale ternyata tidak cukup menyelamatkan Hornet dari jeratan pajak impor yang melonjak tajam.
Performa Penjualan yang Kurang “Menyengat”
Sejak debutnya pada 2023, Dodge Hornet sebenarnya menawarkan konsep menarik sebagai alternatif SUV kompak yang sporty dan bertenaga. Namun, realita di lapangan berkata lain. Konsumen mengeluhkan ruang baris kedua yang sempit serta kapasitas kargo yang terbatas.
Meskipun hadir dengan varian R/T plug-in hybrid (PHEV) yang canggih, Hornet gagal merebut hati pasar SUV Amerika yang sangat kompetitif. Angka penjualan yang lesu membuat manajemen Dodge harus realistis dan memilih fokus pada lini produk lain seperti Charger Daytona yang sepenuhnya elektrik.
Nasib Pemilik dan Masa Depan Harga Dodge
Bagi para pemilik Hornet, Dodge menjamin bahwa mereka akan tetap memberikan layanan purna jual secara penuh. Perusahaan berkomitmen menghormati seluruh cakupan garansi, termasuk garansi komponen hibrida selama delapan tahun atau 80.000 mil.
Namun, penghentian produksi ini membawa dampak signifikan bagi calon pembeli. Dengan hilangnya Hornet, tidak ada lagi mobil Dodge yang dibanderol di bawah harga $35.000. Saat ini, pilihan “termurah” beralih ke Dodge Durango 2026 yang dijual mulai dari $38.995 (sekitar Rp600 jutaan). Model ini secara desain dianggap sudah mulai usang karena tidak mendapat pembaruan sejak 2010.
Sementara itu, saudara kembarnya, Alfa Romeo Tonale, dipastikan tetap bertahan di pasar Amerika. Namun, Tonale hanya akan tersedia dalam varian mesin bensin 2.0 liter turbocharged, mengikuti langkah Stellantis yang mulai menghapus perlahan varian PHEV di pasar Amerika Serikat.

