Berbekal pengalamannya di fasilitas kesehatan, dr. Gia menyoroti bahwa keterlambatan penanganan sering kali terjadi karena keluarga gagal mengenali tanda bahaya atau keliru memberikan perawatan mandiri. Pantauan ekstra dari orang rumah itu wajib hukumnya!
Segera cari pertolongan medis atau lari ke IGD kalau pasien mulai menunjukkan red flag berikut ini:
- Sakit perut atau nyeri ulu hati yang luar biasa.
- Muntah terus-menerus tanpa jeda.
- Terjadi perdarahan aktif.
- Tubuh makin lemas tak berdaya.
- Terjadinya penurunan kesadaran atau linglung.
“Penanganan yang gercep dan tepat sasaran itu kunci utama buat mencegah kondisi pasien berkembang jadi lebih gawat,” tambahnya.
Daripada panik saat keluarga tumbang, mending kita putus rantai penularannya dari awal. Penyakit ini disebarkan murni lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jadi, musuh utamanya jelas si nyamuk bandel ini.
Gimana cara mengatasinya? Jurus paling masuk akal dan terbukti efektif apalagi kalau bukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk lewat 3M Plus. Langkah praktisnya meliputi:
- Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup rapat semua tandon atau tong air.
- Mendaur ulang barang bekas yang rawan jadi tempat air menggenang.
- Plus: Pakai kelambu atau obat anti-nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, serta rajin gotong-royong membersihkan lingkungan bareng tetangga.
“Kalau tiap rumah tangga konsisten jalanin 3M Plus, otomatis risiko paparan gigitan nyamuk bakal berkurang jauh. Mulailah perhatikan area rumah dan lingkungan tempat kita beraktivitas setiap hari,” tutup dr. Gia mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif.

