Jakarta – Deru mesin bus biru perak membelah aspal Jakarta, membawa serta senyum sumringah para penumpang dalam perayaan Hari Angkutan Nasional 2026.
Suasana Halte Transjakarta Kampung Rambutan mendadak riuh rendah sejak fajar menyingsing, berubah menjadi lautan manusia berbekal kartu elektronik. Aroma parfum bercampur semangat warga berpadu sempurna saat saldo mereka hanya terpotong satu perak saja untuk berkeliling Ibu Kota.
“Dalam rangka Hari Transportasi Nasional, Transjakarta memang memberlakukan tarif Rp1 per orang. Dari pantauan kami, terjadi peningkatan jumlah penumpang cukup signifikan,” kata Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, Jumat (24/4).
Lonjakan penumpang mencapai 1.476 orang hingga pukul 13.00 WIB. Angka tersebut melampaui statistik hari biasa, membuktikan daya tarik luar biasa dari kebijakan harga sangat miring tersebut.
Wisata Murah Meriah dan Lonjakan Penumpang
Peminat program tarif spesial ini datang dari berbagai kalangan. Revi mengamati pergeseran profil pengguna seiring pergantian jam operasional. Pagi hari didominasi kaum pekerja, sementara menjelang siang mulai terlihat rombongan keluarga bertujuan rekreasi.
“Banyak penumpang berdatangan, tidak hanya berangkat kerja, tapi juga ingin berekreasi. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap program ini,” jelas Revi.
Pihak terminal tetap menekankan aspek keselamatan perjalanan bagi seluruh pengguna jasa. Masyarakat awam disarankan bertanya kepada petugas lapangan jika merasa bingung mengenai rute tujuan.
“Jika belum mengetahui arah trayek, silakan menanyakan langsung ke petugas Transjakarta maupun petugas Dinas Perhubungan di terminal. Kami siap membantu,” ujar Revi menutup imbauan.
Pelayanan Humanis Berbalut Baju Koko
Pemandangan unik turut mewarnai pelayanan di lapangan. Koordinator Lapangan Pengendalian Transjakarta, Ahmad Jayadi, melaporkan antusiasme sudah terasa sejak pukul 05.00 WIB. Pihaknya memprediksi total pengguna menembus angka 2.000 orang hingga layanan berakhir pukul 22.00 WIB nanti.
“Pagi hari didominasi penumpang berangkat kerja. Memasuki siang hari, mulai banyak rombongan bepergian untuk wisata,” tutur Ahmad.
Nuansa berbeda terlihat dari seragam para petugas lapangan khusus hari Jumat ini. Petugas pria tampil rapi mengenakan baju koko lengkap dengan selendang, sedangkan petugas wanita memakai kebaya serta celana seragam.
Penampilan tersebut bertujuan memberikan kesan lebih humanis sekaligus memperkenalkan kenyamanan layanan kepada warga luas melalui momentum tarif satu perak ini.

