Teknologi SIAT memanfaatkan AI dan machine learning untuk menganalisis kondisi mesin produksi secara prediktif sehingga potensi gangguan dapat dideteksi lebih dini. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko downtime, meningkatkan keandalan aset, serta mengoptimalkan proses pemeliharaan berbasis data.
Selain menguji kemampuan sistem dalam mendeteksi potensi gangguan, PoC tersebut juga mengevaluasi tingkat akurasi, kemudahan integrasi dengan sistem yang telah digunakan perusahaan, serta peluang pengembangannya pada tahap implementasi berikutnya.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri Ronggolawe Sahuri menilai kolaborasi pemerintah, penyedia teknologi, dan industri menjadi model yang efektif untuk mempercepat penerapan Industri 4.0 di sektor manufaktur.
“Melalui kolaborasi ini, proses transformasi digital tidak hanya menjadi sebuah konsep, tetapi dapat diwujudkan dalam implementasi yang memberikan manfaat nyata bagi industri,” ujarnya.
Hasil evaluasi menunjukkan PoC tersebut memperoleh tingkat kepuasan 8 dari 10 dari PT Kalbe Farma Tbk. Dari tiga target utama yang ditetapkan sejak awal, dua target berhasil dicapai secara penuh sehingga solusi SIAT dinilai memiliki prospek untuk dilanjutkan ke tahap implementasi yang lebih luas.
Presiden Direktur PT NEC Indonesia Akifumi Katano mengatakan, keberhasilan PoC tersebut menjadi tonggak penting dalam mempercepat adopsi inovasi digital di sektor industri nasional.
Sementara itu, Engineering Group Head PT Kalbe Farma Tbk Ronald Effendi menilai sistem SIAT mampu mengintegrasikan dan mengolah data secara komprehensif sehingga membuka peluang baru dalam optimalisasi aset digital perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing industri farmasi.
Kemenperin berharap kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, dan pelaku industri semakin memperluas implementasi teknologi Industri 4.0 di sektor manufaktur. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing industri nasional sekaligus mendukung pembangunan industri yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

