JAKARTA — Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Pinrang membawa nama Sulawesi Selatan dalam persaingan nasional penghargaan kinerja pelayanan investasi dan percepatan pelaksanaan berusaha 2026.
Keduanya masuk dalam enam besar nomine pada kategori Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dalam ajang “Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah serta Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Kementerian/Lembaga Tahun 2026” yang digelar Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Tahapan pemaparan nomine berlangsung selama tiga hari, 4–6 Agustus 2026, di Gedung Nusantara, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta. Dari enam nomine di setiap kategori, tim penilai selanjutnya akan menetapkan tiga daerah terbaik.
Sulsel Masuk Enam Besar Provinsi
Pada kategori Pemerintah Provinsi yang berlangsung Selasa (4/8/2026), Sulawesi Selatan bersaing dengan lima provinsi lainnya, yakni Jawa Timur, Sumatera Selatan, Maluku Utara, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Dalam pemaparan, masing-masing provinsi menyampaikan berbagai strategi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, mempercepat investasi, menyederhanakan proses birokrasi, serta menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Sulawesi Selatan menjadi salah satu daerah yang dinilai mampu menunjukkan komitmen dalam memperkuat pelayanan publik di bidang penanaman modal dan percepatan pelaksanaan berusaha.
Dari enam provinsi tersebut, hanya tiga yang akan ditetapkan sebagai daerah dengan kinerja terbaik tingkat nasional 2026.
Pinrang Wakili Sulsel di Kategori Kabupaten
Persaingan serupa terjadi pada kategori Pemerintah Kabupaten yang dipaparkan pada Rabu (5/8/2026).
Kabupaten Pinrang menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan dalam kategori tersebut. Pinrang bersaing dengan Kabupaten Dharmasraya, Semarang, Gianyar, Musi Banyuasin, dan Karanganyar.
Para nomine memaparkan capaian kinerja PTSP, reformasi pelayanan perizinan, inovasi kemudahan investasi, hingga berbagai kebijakan untuk mempercepat pelaksanaan berusaha di daerah.
Penilaian tidak hanya melihat aspek administratif, tetapi juga bagaimana pemerintah daerah menghadirkan layanan yang cepat, mudah, transparan, serta mampu memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan investasi.
Surabaya hingga Balikpapan Berebut Tiga Terbaik
Sementara itu, kategori Pemerintah Kota berlangsung Kamis (6/8/2026). Enam kota yang masuk nominasi adalah Tangerang, Padang, Surabaya, Manado, Bandung, dan Balikpapan.
Masing-masing pemerintah kota mempresentasikan inovasi pelayanan perizinan, transformasi digital, serta strategi mempercepat pelaksanaan berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah.
Dari enam nomine tersebut, tiga kota akan dipilih sebagai penerima penghargaan dengan kinerja terbaik tingkat nasional.
Jadi Tolok Ukur Perbaikan Iklim Investasi
Tahapan pemaparan menjadi bagian penting dalam proses penilaian sebelum Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menetapkan tiga terbaik pada masing-masing kategori.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari (AYP), yang mewakili Kadin Indonesia sebagai Dewan Penilai, mengatakan penghargaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi antar daerah.
Menurutnya, capaian pelayanan investasi harus menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan, terutama dalam memberikan kepastian dan kemudahan bagi dunia usaha.
“Kita berharap, penghargaan ini menjadi pemacu bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, mempercepat realisasi investasi, serta menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar AYP.
Penetapan tiga terbaik nantinya menjadi bagian dari upaya mendorong standar pelayanan investasi yang semakin kompetitif di seluruh Indonesia.
Bagi Sulawesi Selatan, masuknya provinsi dan Kabupaten Pinrang dalam enam besar nasional sekaligus menunjukkan adanya peluang untuk memperkuat posisi daerah dalam kompetisi pelayanan investasi tingkat nasional.

