Tantangan Psikologis dan Keyakinan Menang
Kane juga curhat soal betapa anehnya timing penghargaan Ballon d’Or ini. Di saat para pemain sudah harus fokus menatap musim yang baru, mereka terus-terusan ditanya soal prestasi musim lalu. Meski begitu, ia nggak menampik kalau memenangkan trofi bola emas ini adalah impian besarnya.
“Aku rasa aku pasti masuk dalam bursa persaingan buat menang, tanpa ragu. Waktu yang akan menjawab, para voters bakal milih siapa yang mereka rasa pantas,” tegasnya penuh percaya diri.
Terkait apakah manuver wawancara sana-sini dari kandidat lain bakal memengaruhi hasil, Kane mengaku nggak ambil pusing. Ia percaya para pemilik suara punya data dan statistik yang cukup buat menentukan pemenang yang sah.
“Menurutku, aku bakal jauh lebih bangga kalau orang lain yang ngomongin aku—entah itu rekan setim, mantan pemain, atau siapa pun yang ngasih pujian atas pencapaianku. Itu bikin aku jauh lebih bangga daripada harus repot ngomongin diri sendiri,” pungkasnya.
Sebagai catatan, Inggris sudah lumayan lama puasa gelar di ajang ini. Terakhir kali ada pemain asal Britania Raya yang sukses membawa pulang trofi Ballon d’Or adalah Michael Owen, tepat 25 tahun yang lalu pada tahun 2001. Pertanyaannya, mampukah Harry Kane mengakhiri kutukan seperempat abad tersebut? Kita tunggu saja hasilnya bulan depan!

