Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Kejagung Bongkar Dugaan Mark Up MBG, Semua Pengadaan BGN Diusut

    Juni 15, 2026

    Purbaya Belum Pastikan Efisiensi MBG, Anggaran Masih Dihitung Ulang

    Juni 15, 2026

    Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kejagung Bongkar Dugaan Mark Up MBG, Semua Pengadaan BGN Diusut
    • Purbaya Belum Pastikan Efisiensi MBG, Anggaran Masih Dihitung Ulang
    • Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana
    • Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang
    • Perjalanan Hak Siar Piala Dunia di Indonesia: Dari TVRI hingga Era Streaming 2026
    • Jejak Pelatih Persija 10 Tahun Terakhir: Mampukah Shin Tae-Yong Akhiri Era Ketidakstabilan Macan Kemayoran?
    • Rp1,22 Triliun Disetor ke Negara, Jaksa Agung Jawab Keraguan Publik
    • Jakarta Pusat Dikepung Empat Demo, 5.955 Personel Gabungan Disiagakan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Senin, Juni 15
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Seni Menghidupkan Hantu: Bedah Kreatif Joko Anwar dalam ‘Ghost in the Cell’
    Lifestyle

    Seni Menghidupkan Hantu: Bedah Kreatif Joko Anwar dalam ‘Ghost in the Cell’

    AyuBy AyuFebruari 24, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta – Di sebuah sudut ruang diskusi, bayangan tentang sebuah penjara pengap mulai mewujud menjadi narasi yang mencekam sekaligus menggelitik. Bukan sekadar urusan teknis kamera atau pencahayaan, penciptaan karya ke-12 dari rumah produksi Come And See Pictures ini bermula dari coretan pena yang sangat personal.

    Di balik jeruji fiksi “Ghost in the Cell”, tersimpan detail kehidupan yang digarap dengan ketelitian tingkat tinggi sebelum akhirnya menyapa layar bioskop pada 16 April mendatang.

    Totalitas Karakter dan Aktor dari Kalangan Kru

    Kedalaman karakter menjadi pondasi utama dalam setiap karya sutradara kondang ini. Tak tanggung-tanggung, riwayat hidup mendetail dituliskan untuk setiap pemain, meski jumlahnya mencapai puluhan orang. Dokumen tersebut mencakup tanggal lahir, jenjang pendidikan, hingga ketakutan batin terdalam yang mungkin tidak pernah terucap di depan kamera.

    “Kalau di film kami ada 40 karakter, ya 40 aku bikin kayak gini. Bahkan aku nulis surat yang dia tulis ke ibunya. Walaupun di film nggak ada, tapi ini membantu dia mengetahui karakternya,” ujar Joko Anwar saat membedah proses kreatifnya.

    Metode ini pula yang diterapkan pada karakter Tokek yang diperankan oleh Aming. Meskipun penonton mungkin akan melabelinya sebagai sosok antagonis, terdapat latar belakang trauma yang kuat di baliknya.

    “Walaupun dia dianggap karakter evil, tapi dia karakter utuh. Ketika dia berbuat seperti itu, dia tidak punya intention untuk jadi jahat,” jelasnya lagi.

    Keunikan lain muncul dari keterlibatan kru teknis yang beralih profesi menjadi aktor di depan layar. Sinematografer kawakan Ical Tanjung didapuk memerankan sosok wakil menteri, sementara musisi Tony Merle juga ikut ambil bagian. Strategi ini didukung dengan pembuatan dua versi video pratinjau, di mana salah satunya diperankan sepenuhnya oleh kru yang telah menghafal seluruh dialog film.

    Horor Sebagai Identitas dan Cermin Sosial

    Pemilihan genre horor komedi bukan tanpa alasan. Terdapat pengamatan mendalam mengenai cara masyarakat Indonesia merespons tekanan melalui tawa.

    Komedi dianggap sebagai alat untuk menajamkan tensi, mengingat kebiasaan unik warga lokal yang sering tertawa saat merasa gugup atau terdesak, seperti saat menghadapi razia kepolisian.

    “Di Indonesia, tension dan ketawa itu satu paket sebenarnya. Banyak kita ketawa saat gugup. Jadi di sini itu menunjukkan bahwa komedi itu menajamkan tensi,” ungkap pria di balik kesuksesan film Pengabdi Setan tersebut.

    Lebih jauh, horor dipandang sebagai elemen budaya populer yang mampu menjembatani perbedaan ratusan kelompok etnis di tanah air. Meskipun menyisipkan pesan tentang ketidakadilan, karya ini lebih ditekankan sebagai refleksi faktual dari realitas masyarakat.

    “Film Come And See selalu berangkat dari yang relevan di masyarakat, bukan kritik. Sayang kalau hasil pekerjaan yang dikonsumsi banyak orang enggak diisi dengan sesuatu yang penting,” pungkasnya.

    Setelah merampungkan proyek bertema penjara ini, sebuah lompatan genre tengah disiapkan. Proyek bertajuk “The Charms of Broken Things” akan menjadi ajang eksplorasi baru dalam ranah romansa yang kini sedang dalam tahap pengembangan.

    Aming Come And See Pictures Film Indonesia Film Terbaru 2026 Ghost in the Cell Horor Komedi Ical Tanjung joko anwar Kritik Sosial Profil Karakter Film.
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMercedes Hidupkan Arwah Red Pig Lewat Desain Futuristis Gorden Wagener
    Next Article Honda Nekat Patok Harga Civic Type R HRC Sang Monster Jalanan Setara Mobil Mewah, Apa Sih Hebatnya?
    Ayu

    Related Posts

    Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang

    Juni 15, 2026

    Jelang 1 Muharram, Makna Hijrah Jadi Cermin Kepemimpinan Strategis

    Juni 14, 2026

    Warga Punya Waktu Lebih Panjang, CFD Jakarta Terapkan Jam Operasional Baru Mulai 7 Juni

    Juni 6, 2026

    7 Event Digelar Serempak di Kawasan GBK Akhir Pekan Ini, Jangan Sampai Terjebak Macet

    Juni 4, 2026

    “Aku Rindu Betul Sama Kalian”, Pesan Indro untuk Sahabat Warkop DKI

    Juni 4, 2026

    Puncak Arus Balik, Lebih dari 41 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta

    Juni 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Kejagung Bongkar Dugaan Mark Up MBG, Semua Pengadaan BGN Diusut

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – Kejaksaan Agung memeriksa seluruh pengadaan barang di Badan Gizi Nasional (BGN) terkait dugaan…

    Purbaya Belum Pastikan Efisiensi MBG, Anggaran Masih Dihitung Ulang

    Juni 15, 2026

    Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana

    Juni 15, 2026
    Top Trending

    Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 di Jakarta diwarnai banyak…

    Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Elke Büdenbender…

    Jakarta Pusat Dikepung Empat Demo, 5.955 Personel Gabungan Disiagakan

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – Empat demonstrasi mahasiswa dan organisasi digelar di Jakarta Pusat pada…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?