Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas

    Agustus 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    • Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda
    • Pecahkan Rekor Transfer, Liverpool Resmi Boyong Bradley Barcola dari PSG
    • Persik Kediri Dukung Penghapusan Regulasi Pemain U23 di Super League 2026/2027
    • Mees Hilgers Resmi Pindah ke SC Heerenveen, Siap Buka Lembaran Baru di Eredivisie
    • Darurat Sepak Bola Indonesia! 28 Klub Masih Berutang Rp14,8 Miliar ke Pemain, Siapa Saja?
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Rupiah Menguat dan Inflasi Turun, Mengapa BI Tahan Bunga Tetap 5,75%?
    Ekonomi

    Rupiah Menguat dan Inflasi Turun, Mengapa BI Tahan Bunga Tetap 5,75%?

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaAgustus 20, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, Rasional.co – Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% meski nilai tukar Rupiah menguat dan inflasi dalam negeri turun. Keputusan tersebut diambil karena risiko eksternal masih tinggi sehingga stabilitas nilai tukar tetap menjadi perhatian utama.

    Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Agustus 2026 juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas Rupiah dan inflasi sekaligus tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.

    Dari sisi domestik, sejumlah indikator sebenarnya menunjukkan perkembangan positif. Rupiah pada 18 Agustus 2026 tercatat Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,78% dibandingkan posisi akhir Juli.

    Inflasi juga melandai. Inflasi Indeks Harga Konsumen pada Juli 2026 tercatat 2,88% secara tahunan, turun dari 3,34% pada bulan sebelumnya. Inflasi tersebut masih berada dalam sasaran BI dan pemerintah sebesar 2,5% plus atau minus 1%.

    Namun, perbaikan indikator domestik tersebut belum menghilangkan tekanan dari luar negeri.

    • Baca juga: Biaya QRIS 0% Diperluas, Transaksi hingga Rp100 Ribu Bebas Biaya

    BI mencatat prospek ekonomi global masih lemah dengan pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diperkirakan sekitar 3%. Pada saat yang sama, inflasi global diproyeksikan masih tinggi, sekitar 4,5%.

    Kondisi tersebut diperburuk oleh berlanjutnya perang di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan komoditas global. Ketidakpastian pasar keuangan juga tetap tinggi.

    BI bahkan memperkirakan suku bunga kebijakan Amerika Serikat atau Fed Funds Rate berpotensi naik pada kuartal IV 2026. Imbal hasil US Treasury juga diperkirakan tetap tinggi seiring ekspektasi kenaikan suku bunga AS dan defisit anggaran Amerika Serikat yang masih lebar.

    Situasi tersebut menjadi alasan penting bagi BI untuk tetap menjaga ruang stabilisasi Rupiah. Arus modal asing juga perlu diperkuat karena ketidakpastian global dapat menahan minat investor terhadap aset di negara berkembang.

    Karena itu, BI tidak hanya mengandalkan BI-Rate. Bank sentral juga memperkuat intervensi valuta asing melalui transaksi NDF, spot, dan DNDF serta mengatur struktur suku bunga pasar uang melalui operasi moneter yang lebih berorientasi pasar.

    BI juga memperluas insentif transaksi swap lindung nilai. Kebijakan ini diperluas dari sebelumnya hanya untuk portfolio inflows menjadi mencakup pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment.

    Kebijakan tersebut akan berlaku pada minggu kedua September 2026 untuk dana pinjaman luar negeri dan investasi langsung asing yang masuk sejak 1 Juli 2026.

    Di tengah upaya menjaga stabilitas, BI tetap membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan makroprudensial dan likuiditas.

    Kredit perbankan pada Juli 2026 tumbuh 13,58% secara tahunan, meningkat dari 12,67% pada Juni. BI juga mencatat insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial yang diperoleh perbankan mencapai Rp446,5 triliun hingga minggu pertama Agustus.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri tercatat 5,29% pada kuartal II 2026, meski melambat dari 5,61% pada kuartal sebelumnya. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,7%.

    Dengan kondisi tersebut, keputusan mempertahankan BI-Rate 5,75% menunjukkan BI memilih menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan.

    Di satu sisi, inflasi domestik sudah berada dalam sasaran dan Rupiah menguat. Di sisi lain, tekanan eksternal masih dapat kembali memengaruhi nilai tukar, arus modal, dan inflasi melalui kenaikan harga komoditas.

    BI juga terus menjaga likuiditas perekonomian. Uang primer pada Juli 2026 tumbuh 18,3% secara tahunan, sedangkan uang beredar dalam arti luas atau M2 pada Juni tumbuh 8,7%.

    Dengan demikian, kebijakan BI saat ini tidak semata-mata berarti mengetatkan ekonomi melalui suku bunga. BI mempertahankan BI-Rate untuk menjaga stabilitas, sembari menggunakan instrumen likuiditas, makroprudensial, dan pasar valuta asing untuk tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi.

    Bank Indonesia BI BI Rate Destry Damayanti RDG BI Suku Bunga
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article4 Juta Meterai Ilegal Beredar, Negara Rugi Rp1 Triliun
    Next Article Panas! Marcus Rashford ‘Semprot’ Jamie Carragher, Sinyal Bertahan atau Drama Baru di Manchester United?
    Bayu Pratama

    Related Posts

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang Akibat ASAP Karhutla, Tim Relawan Turun Tangan

    Agustus 31, 2026

    Mitigasi Karhutla, Kementerian Kehutanan Tutup Sementara 9 Taman Nasional

    Agustus 31, 2026

    Drama Kasus Ruben Onsu Selesai, Kerugian 3,5 Miliar Lunas Tanpa Masuk Bui

    Agustus 31, 2026

    Merica, Cabai, Kratom dari Kalimantan Tembus Pasar Ekspor Global Hingga India & AS

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah satu organisasi Islam…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas

    Agustus 31, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Darurat Sepak Bola Indonesia! 28 Klub Masih Berutang Rp14,8 Miliar ke Pemain, Siapa Saja?

    By AyuAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Isi dompet ratusan pesepak bola Indonesia ternyata sedang tidak baik-baik…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?