JAKARTA — Gerakan Pramuka didorong untuk mengambil peran strategis dalam mendukung target pemerintah mencapai swasembada pangan sekaligus memperkuat karakter dan kemandirian generasi muda. Dengan jaringan yang menjangkau berbagai daerah hingga pelosok Indonesia, Pramuka dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi penggerak ketahanan pangan nasional.
Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso mengatakan, penguatan ketahanan pangan sejalan dengan agenda pemerintah menuju swasembada hingga kedaulatan pangan.
“Program pemerintah saat ini adalah mewujudkan swasembada pangan. Program ini kami sambut karena Pramuka hadir di seluruh pelosok Indonesia,” katanya dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional Gerakan Pramuka ke-12 Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.
Jaringan Pramuka di berbagai daerah akan menjadi kekuatan untuk melibatkan generasi muda secara langsung dalam kegiatan ketahanan pangan.
“Kita jadikan mereka bagian dari penggerak ketahanan pangan menuju swasembada pangan, yang pada akhirnya akan mewujudkan kedaulatan pangan,” ujarnya.
Bekali Generasi Muda dengan Keterampilan Pertanian
Budi Waseso menuturkan, penguatan peran Pramuka di sektor pangan harus dibarengi dengan pembekalan keterampilan praktis kepada generasi muda.
Peserta Pramuka akan dibekali pengetahuan di berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, perikanan, hingga peternakan. Pembekalan tersebut diharapkan tidak hanya menumbuhkan kepedulian terhadap ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang lahirnya wirausaha muda di sektor pangan.
“Generasi muda inilah yang akan kita latih di sini. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan,” katanya.
Dorong Pramuka Masuk Struktur Pendidikan
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
Kemenpora mendorong pendidikan kepramukaan tidak lagi dipandang semata sebagai kegiatan ekstrakurikuler, melainkan diperkuat sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional.
“Pesannya jelas, dalam membangun karakter kepemudaan, Pramuka merupakan bagian yang sangat penting,” katanya.
Menurut Erick, penguatan posisi Pramuka perlu dilakukan mulai dari jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi.
“Pramuka tidak lagi sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi harus menjadi bagian dari struktur pendidikan, baik di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah maupun pendidikan tinggi,” ujarnya.
Kemenpora bersama Kwarnas Gerakan Pramuka akan melakukan konsolidasi dengan kementerian terkait untuk membahas penguatan posisi Pramuka dalam sistem pendidikan.
“Nanti kami dari Kemenpora bersama Budi Waseso sebagai Ketua Kwarnas akan segera berkonsolidasi dengan kementerian terkait,” katanya.

Kadin Dorong Lahirnya Wirausahawan Muda
Dukungan terhadap penguatan peran Pramuka juga datang dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Andi Yuslim Patawari mengatakan Kadin mendukung pelaksanaan Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional Gerakan Pramuka ke-12 Tahun 2026 sebagai bagian dari kolaborasi dengan Kwarnas Pramuka dan berbagai pihak, yang juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun sumber daya manusia yang mandiri dan produktif.
“Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan generasi muda,” ujarnya.
Ia menegaskan Kadin Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan Gerakan Pramuka, terutama untuk mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kemampuan kewirausahaan sekaligus kecintaan terhadap Tanah Air dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami ingin melahirkan pengusaha-pengusaha yang cinta Tanah Air dan NKRI. Salah satunya melalui pendidikan di Pramuka,” ujarnya.
Sejalan dengan Konsep Indonesia Incorporated
Pria yang kerap disapa AYP ini mengatakan kolaborasi Kadin dengan Kwarnas Pramuka juga merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai konsep Indonesia Incorporated, yang menekankan gotong royong dan sinergi seluruh elemen bangsa.
“Kadin tahun ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia Incorporated, bagaimana ada gotong royong dan sinergi dengan semua pihak, termasuk Kwarnas Pramuka,” katanya.
Menurutnya, nilai-nilai yang ditanamkan melalui Gerakan Pramuka dapat menjadi fondasi untuk membentuk pengusaha muda yang tidak hanya memiliki kompetensi bisnis, tetapi juga tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Kadin Indonesia, lanjutnya, juga mendukung program-program Kwarnas Pramuka serta kolaborasi dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Kadin sangat mendukung program Kwarnas, program HKTI, dan kami telah melakukan kolaborasi untuk itu,” tegasnya.
Kolaborasi antara pemerintah, Gerakan Pramuka, dunia usaha, dan organisasi terkait diharapkan mampu memperluas peran generasi muda dalam pembangunan. Pramuka tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter, tetapi juga dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mencetak wirausahawan muda sekaligus penggerak ketahanan pangan dari daerah hingga tingkat nasional.

