JAKARTA – Rencana transfer Bernardo Silva menuju Barcelona menemui jalan buntu. Gelandang Manchester City tersebut sempat berada di ambang kesepakatan dengan raksasa Catalan, namun sang pemain mendadak mengubah keputusan dan memilih menunda kepindahan hingga Piala Dunia usai.
Langkah mundur Bernardo Silva memicu ketertarikan dari rival domestik Barcelona. Real Madrid dan Atletico Madrid kini masuk dalam perburuan tanda tangan pemain internasional Portugal tersebut. Media Spanyol MARCA melaporkan bahwa kehadiran dua klub Madrid membuat Bernardo Silva menaikkan tuntutan gajinya secara signifikan.
Sikap Tegas Manajemen Barcelona
Sikap keras kepala sang pemain langsung mendapat respons negatif dari manajemen Blaugrana. Barcelona menegaskan bahwa penawaran finansial terdahulu bersifat final. Pihak klub menolak memberikan kenaikan upah sepeser pun demi menuruti permintaan baru sang gelandang.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menilai sang pemain memiliki kualitas teknis luar biasa dan mampu mengisi berbagai posisi. Namun, Hansi Flick tidak menjamin posisi starter reguler untuk Bernardo Silva dalam skema permainan tim musim depan.
Trauma Finansial Masa Lalu
Kehati-hatian finansial ini menjadi prioritas utama manajemen Catalan. Barcelona masih menderita akibat kebijakan transfer masa lalu sering kali jor-joran dan tidak rasional. Gaji selangit pemain masa lalu terbukti merusak struktur keuangan klub hingga saat ini.
Keputusan menolak tuntutan Bernardo Silva menjadi bukti perubahan arah kebijakan Barcelona. Manajemen saat ini memilih menjaga stabilitas keuangan klub daripada memanjakan ego pemain bintang lewat kontrak mewah.

