Jakarta, Rasional.co – Gangguan frekuensi radio berpotensi membuat balapan MotoGP Mandalika ditunda. Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengawasi penggunaan spektrum frekuensi untuk memastikan perangkat komunikasi selama ajang tersebut beroperasi tanpa interferensi.
Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi Indra Maulana mengatakan, gangguan sekecil apa pun pada frekuensi tertentu dapat memengaruhi kelancaran balapan. Pemantauan dilakukan setiap hari hingga rangkaian MotoGP Mandalika 2026 berakhir pada 11 Oktober.
“Kita menjamin nanti penggunaan frekuensinya adalah bebas dari interferensi. Karena kalau interferensi sedikit saja bisa berakibat race-nya ditunda,” kata Indra saat meninjau layanan spektrum frekuensi di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/10/2026).
Ratusan Frekuensi Digunakan Selama Balapan
Untuk penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026, Kemkomdigi memberikan izin penggunaan sekitar 250 jenis frekuensi yang dimanfaatkan Dorna serta tim Moto3, Moto2, dan MotoGP. Spektrum tersebut mendukung berbagai perangkat, mulai dari sensor pada motor pembalap hingga komunikasi helikopter dan siaran melalui satelit news gathering.
Banyaknya penggunaan frekuensi membuat pengawasan diperlukan agar perangkat yang bekerja selama balapan tidak mengalami gangguan. Kemkomdigi melakukan pemetaan spektrum sekaligus berkoordinasi dengan Dorna untuk memastikan frekuensi yang digunakan tidak terganggu oleh penggunaan spektrum lain di sekitar sirkuit.
Kemkomdigi juga telah melakukan rehearsal dengan menyalakan seluruh perangkat frekuensi yang akan digunakan selama penyelenggaraan. Indra mengatakan pengujian tahap pertama berjalan lancar tanpa kendala.
“Hari ini, barusan kita selesai rehearsal tahap satu, dicoba dinyalakan semua perangkat frekuensinya, alhamdulillah lancar, tidak ada kendala,” ujarnya.
Selain mengawasi spektrum untuk kebutuhan operasional balapan, Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital menyiapkan perizinan perangkat telekomunikasi dan penguatan sinyal seluler. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan komunikasi penyelenggaraan sekaligus menjaga layanan bagi masyarakat di kawasan sirkuit.
Jaringan Seluler Dioptimalkan Menjelang Race
Untuk mengantisipasi peningkatan trafik komunikasi selama balapan pada 10–11 Oktober 2026, Kemkomdigi berkoordinasi dengan Telkomsel, XLSmart, dan IOH. Ketiga operator tersebut diminta menambah kapasitas serta mengoptimalkan jaringan di kawasan Mandalika.
Penguatan kapasitas jaringan juga didukung pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz yang telah digunakan sejumlah operator seluler di kawasan tersebut. Kemkomdigi akan terus memantau kondisi layanan selama balapan dan berkoordinasi dengan operator apabila ditemukan kendala konektivitas.
“Kalaupun ada kesulitan dalam sinyal, kita akan langsung tangani dan koordinasi untuk optimasi dari operator seluler,” kata Indra.
Dengan demikian, pengawasan frekuensi dan optimalisasi jaringan menjadi dua aspek yang dipersiapkan Kemkomdigi menjelang MotoGP Mandalika. Pengawasan spektrum diarahkan untuk mengantisipasi gangguan terhadap operasional balapan, sedangkan penguatan jaringan ditujukan untuk menjaga konektivitas masyarakat selama ajang berlangsung.

