Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital

    Oktober 19, 2026

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Oktober 19, 2026

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Oktober 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital
    • Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya
    • Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice
    • Dugaan Kekerasan Seksual, Kemenag Minta Pesantren Dar Et-Tauhid Bekasi Dibekukan
    • Sistem Royalti Musik Digital Tak Semanis Dulu, Ini Alasan Maia Estianty Ogah Rilis Lagu
    • Hasil Real Madrid vs Sevilla 4-1: Mbappe Cetak Penalti Panenka di Bernabeu!
    • Jadwal Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya: Kontingen Indonesia Bidik Emas Pertama Hari Ini!
    • Penampilan Kangen Band di Synchronize Fest 2026: Nostalgia, Tangis Haru, dan Janji Batal Bubar!
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Senin, Oktober 19
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Nasional»El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Mundur di 61% Wilayah RI
    Nasional

    El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Mundur di 61% Wilayah RI

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaSeptember 23, 2026Updated:September 23, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    Hujan turun di kawasan perumahan. (Unsplash)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    Jakarta, Rasional.co – Fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat membuat musim hujan 2026/2027 diprediksi datang lebih lambat di 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08% wilayah Indonesia.

    Kondisi tersebut juga berpotensi membuat musim hujan berlangsung lebih singkat dari kondisi normal. BMKG menyebut kombinasi El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

    Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 Samudra Pasifik pada akhir Agustus 2026 mencapai +2,83. Sementara indeks ENSO periode Juli, Agustus, dan September (JAS) tercatat +2,63 yang mengindikasikan El Niño sangat kuat.

    Di Samudra Hindia, indeks IOD pada Agustus 2026 berada di angka +0,376 dan berpeluang menuju fase positif hingga akhir tahun.

    “Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,” kata Faisal dalam konferensi pers Prediksi Musim Hujan di Gedung MHEWS BMKG, Jakarta, Selasa (22/9).

    Musim Hujan Banyak Dimulai November-Desember

    Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan awal musim hujan di Indonesia tidak terjadi secara serentak.

    Baca Juga :  Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    Sebanyak 185 ZOM atau 24,66% wilayah diprediksi baru memasuki musim hujan pada November 2026. Sementara 266 ZOM atau 17,31% wilayah lainnya diperkirakan mulai mengalami musim hujan pada Desember 2026.

    Wilayah yang mulai memasuki musim hujan pada November mencakup sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat bagian utara, dan Papua Selatan.

    Adapun pada Desember, musim hujan diprediksi mulai terjadi di sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, serta Papua Selatan bagian selatan.

    Jika dibandingkan dengan rata-rata klimatologis, sebanyak 529 ZOM atau 61,08% luas daratan Indonesia mengalami kemunduran awal musim hujan.

    Hanya 11 ZOM atau 1,12% luas daratan Indonesia yang diprediksi mengalami musim hujan lebih cepat. Sebanyak 26 ZOM atau 2,15% diperkirakan memasuki musim hujan sesuai kondisi normal.

    Meski awalnya mundur, BMKG memprediksi sifat musim hujan 2026/2027 umumnya masih normal pada 510 ZOM atau 69,76% luas daratan Indonesia.

    Sebanyak 147 ZOM atau 18,55% luas daratan diprediksi memiliki sifat hujan lebih basah. Sementara 42 ZOM atau 11,69% diperkirakan mengalami kondisi lebih kering dari normal.

    Baca Juga :  AYP Minta HKTI Kepri Perkuat Akar Rumput demi Ketahanan Pangan

    Kemarau Masih Berlangsung di 61% Daratan

    Dampak kondisi iklim tersebut sudah terlihat dari panjangnya periode kemarau di berbagai wilayah Indonesia.

    Direktur Perubahan Iklim BMKG A. Fachri Radjab mengatakan sebanyak 556 ZOM yang mencakup 61,91% luas daratan Indonesia masih mengalami musim kemarau.

    Hasil monitoring juga menunjukkan banyak titik pengamatan mencatat hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 60 hari yang tersebar di 25 provinsi. HTH terpanjang saat ini tercatat di Bantul selama 131 hari atau lebih dari empat bulan.

    “Bahkan El Niño 2026 menyebabkan terjadinya periode kemarau pada beberapa ZOM dengan tipe hujan sepanjang tahun,” ujar Fachri.

    BMKG memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 berlangsung dalam periode Desember 2026 hingga Februari 2027.

    Sebanyak 155 ZOM atau 36,94% luas daratan Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026. Kemudian 162 ZOM atau 25,68% pada Januari 2027 dan 190 ZOM atau 16,79% pada Februari 2027.

    Dari sisi durasi, sebanyak 482 ZOM yang mencakup 51,90% luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan lebih pendek dari normal.

    Sebanyak 60 ZOM atau 8,58% diprediksi mengalami musim hujan lebih panjang, sedangkan 40 ZOM atau 5,06% memiliki durasi yang sama dengan kondisi normal.

    Baca Juga :  Kemarau Panjang, Kodim Sambas Bangun Sumur Bor di Titik Rawan Karhutla

    BMKG Minta Antisipasi Kekeringan hingga Banjir

    BMKG meminta pemerintah dan masyarakat melakukan langkah antisipatif menghadapi periode kering yang masih panjang.

    Untuk sektor pangan, BMKG merekomendasikan pengaturan jadwal tanam, penggunaan varietas tanaman dengan siklus lebih pendek, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman.

    Penghematan penggunaan air juga diperlukan, termasuk meningkatkan kapasitas tampung air di tingkat rumah tangga serta mengatur inflow, elevasi waduk, dan pelepasan air secara proporsional untuk operasional pembangkit listrik tenaga air.

    Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan juga diminta mengidentifikasi potensi cekungan air tanah dan lokasi sumur bor serta mengoptimalkan pengelolaan drainase dan konservasi air.

    BMKG mengingatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, terutama pada September hingga Oktober. Pada saat yang sama, kesiapan menghadapi banjir dan longsor perlu diperkuat ketika musim hujan mulai datang dan mencapai puncaknya.

    BMKG juga meminta seluruh pemangku kepentingan menggunakan Prediksi Musim Hujan 2026/2027 sebagai acuan Peringatan Dini atau Early Warning untuk merancang dan menjalankan Aksi Dini atau Early Action.

    Tampilan penuh:1234
    BMKG Cuaca El Nino hujan Kemarau mitigasi musim ZOM
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKomdigi Desak Roblox Perketat Verifikasi Usia Anak di Indonesia
    Next Article Platform Digital Ini Permudah UMKM Tembus Pasar Ekspor

    Berita Terkait

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Oktober 19, 2026

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Oktober 19, 2026

    Dugaan Kekerasan Seksual, Kemenag Minta Pesantren Dar Et-Tauhid Bekasi Dibekukan

    Oktober 19, 2026

    Waduh! Harga Ayam Rp20.000 di Peternak, Rp45.000 di Konsumen, Mentan Amran Periksa Rantai Pasok

    Oktober 18, 2026

    Alhamdulillah! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Tapi …

    Oktober 18, 2026

    Waspada Child Grooming, Ini Alasan Akses Digital Anak Dibatasi

    Oktober 18, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital

    Bayu PratamaOktober 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – BUMN telekomunikasi, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menegaskan penguatan kedaulatan digital Indonesia…

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Oktober 19, 2026

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Oktober 19, 2026
    Top Trending

    Hasil Real Madrid vs Sevilla 4-1: Mbappe Cetak Penalti Panenka di Bernabeu!

    AyuOktober 19, 2026

    JAKARTA – Mencari hasil Real Madrid vs Sevilla pada lanjutan pekan kesembilan…

    Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

    Bayu PratamaOktober 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran…

    Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice

    Bayu PratamaOktober 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu jarak…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?