Makassar – Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menggelar Rapat Kerja dan Konsolidasi Nasional (Rakerkonas) XXXV Tahun 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 3–5 Agustus 2026. Mengusung tema “Ketahanan Ekonomi Nasional: Peran Pengusaha Indonesia di Tengah Fragmentasi Global”, forum ini menjadi wadah konsolidasi dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
Rakerkonas XXXV APINDO dibuka oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK). Kegiatan ini juga akan dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pelaku usaha, serta tokoh nasional, termasuk Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari.
Dalam pidato pembukaannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Menurutnya, ketiga unsur tersebut merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah negara.
“Suatu negara yang ingin maju selalu mempunyai tiga hal pokok yang menjadi penunjang ekonomi bangsa. Pertama pemerintah, kedua pengusaha, dan ketiga masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah memiliki peran dalam menciptakan regulasi yang baik, menyediakan pelayanan publik, membangun infrastruktur, serta menghadirkan iklim investasi yang kondusif. Sementara itu, pengusaha menjadi motor penggerak ekonomi melalui pembangunan industri, penciptaan lapangan kerja, hingga kontribusi terhadap penerimaan negara melalui pembayaran pajak.
“Yang membangun ekonomi adalah para pengusaha, karena pengusaha membuka lapangan pekerjaan, menciptakan industri, mempekerjakan banyak orang, dan membayar pajak,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari, menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha sebagai strategi menghadapi tantangan ekonomi global.
Menurutnya, APINDO merupakan salah satu organisasi pengusaha yang telah lama berkiprah dan memiliki rekam jejak kuat dalam membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Melalui APINDO, pengusaha besar dapat bersinergi dengan pelaku usaha menengah, sekaligus mendorong kerja sama antar daerah dan antar pulau dalam perdagangan komoditas maupun pengembangan potensi barang dan jasa. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu harapan untuk memperkuat perekonomian nasional,” ujarnya.
Pria yang kerap disapa AYP ini menambahkan, APINDO telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan industri nasional, khususnya sektor industri pengolahan dan manufaktur. Banyak perusahaan anggota APINDO yang berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara sehingga meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Selain berkontribusi terhadap pertumbuhan industri, APINDO juga dinilai berperan dalam pengembangan sumber daya manusia melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan generasi muda, agar mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Melalui Rakerkonas XXXV ini, APINDO diharapkan mampu memperkuat konsolidasi dunia usaha nasional, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta menghasilkan rekomendasi strategis bagi pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah fragmentasi ekonomi global.

