JAKARTA – Ada pemandangan yang sukses bikin merinding sekaligus memancing haru biru di perayaan empat dekade perjalanan musik Kahitna. Grup musik legendaris ini memberikan kejutan manis dengan ‘menghadirkan’ kembali sosok mendiang Carlo Saba secara virtual dalam konser megah mereka di NICE PIK 2, Jakarta, Sabtu (5/9) malam.
Momen magis itu terjadi saat Kahitna membawakan salah satu hits andalan mereka, “Katakan Saja”. Di tengah alunan musik, layar raksasa di sisi panggung tiba-tiba menampilkan visual memukau dari Carlo Saba. Seolah-olah, sang legenda kembali berdiri di sana, bernyanyi dan menyapa para penggemarnya.
Bagi para Soulmate (sebutan untuk fans Kahitna), kemunculan sosok Carlo yang telah berpulang pada 2023 lalu ini langsung menjadi puncak emosional yang sulit dilupakan dari keseluruhan acara.
Kehilangan salah satu pilar utama jelas bukan hal mudah, tapi Kahitna membuktikan bahwa ikatan persaudaraan mereka lebih dari sekadar urusan panggung. Salah satu vokalis andalan Kahitna, Mario Ginanjar, menegaskan bahwa posisi Carlo tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun.
“Kahitna itu akan selalu tetap bersembilan. Biarpun raganya sudah tidak ada di sini, tapi jiwa dan spiritnya seorang Carlo Saba bakal selalu hidup di hati kita semua,” ucap Mario dari atas panggung, yang langsung disambut riuh tepuk tangan penonton.
Nuansa haru semakin terasa ketika sang founder sekaligus motor penggerak Kahitna, Yovie Widianto, mengambil alih panggung untuk memberikan penghormatan khusus. Yovie mengenang Carlo bukan sekadar sebagai rekan kerja, melainkan sahabat seperjuangan yang selalu jadi penyemangat terbesarnya dalam membesarkan nama Kahitna sejak hari pertama.
“Saya mau berterima kasih banget buat sahabat-sahabat yang selalu mendorong saya untuk terus membesarkan Kahitna, dan tentunya peran itu ada pada almarhum Carlo Saba,” ungkap Yovie dengan nada penuh makna.
Sebagai bentuk cinta dan penghormatan tertinggi, Yovie kemudian membawakan lagu “Permaisuriku”. Menariknya, Yovie membongkar sedikit fakta sejarah bahwa lagu tersebut sebenarnya adalah mahakarya yang diciptakan langsung oleh Carlo saat Kahitna tengah menikmati era keemasan classic disco di Jakarta.
“Kahitna pernah bikin lagu dengan vibes seperti ini, murni ciptaan almarhum Carlo Saba. Judulnya ‘Permaisuriku’. This is for you, Carlo!” seru Yovie sebelum melantunkan lagu tersebut.
Bertajuk panjang dan puitis, “KAHITNA 40 TAHUN: Di Antara Takkan Tergantinya Cantik & Titik Nadir Mantan Terindah”, konser ini sukses menjadi mesin waktu yang membawa penonton melewati berbagai era.
Selain suguhan nostalgia dan momen tribute untuk Carlo Saba, panggung NICE PIK 2 juga dihangatkan oleh kolaborasi epik bersama deretan musisi papan atas. Nama-nama besar seperti RAN, Tiara Andini, Monita Tahalea, Arsy Widianto, hingga Niki Becker turut ambil bagian, menjadikan malam perayaan 40 tahun Kahitna ini benar-benar sempurna dan membekas di hati.

