Nasib Kambing di Panggung: Buat Tumbal atau Acara Rahatan?
Satu hal yang paling bikin netizen gagal fokus adalah kehadiran seekor kambing hidup dalam parade tersebut. Banyak teori konspirasi bermunculan, mulai dari adegan penyembelihan hingga tumbal sekte.
Namun, Ahid menepis keras rumor tersebut. Kambing itu dibawa murni sebagai persiapan konsumsi untuk acara makan-makan (rahatan) internal tim setelah lelah mengikuti karnaval.
“Kambing itu memang dari kami untuk acara rahatan setelah acara selesai. Seperti klarifikasi di medsos, tidak ada ritual apa pun. Kambing murni untuk dimakan bareng-bareng (rahatan),” tegas Ahid.
Mengapa Visualnya Bikin Netizen Merinding?
Bagi yang belum menonton videonya, akun Threads @al.imansyah sempat membagikan cuplikan suasana karnaval tersebut. Para performer tampil mengenakan jubah putih menjuntai lengkap dengan penutup kepala kerucut. Mereka berjalan mengelilingi sebuah peti, diiringi musik gelap yang bikin suasana makin mencekam.
Beberapa elemen visual yang bikin publik langsung mengasosiasikannya dengan satanisme antara lain:
-
Cosplayer Berkepala Kambing: Ada satu penampil dengan kostum tubuh manusia berkepala kambing, yang oleh warganet langsung disamakan dengan sosok Baphomet (figur antropomorfik yang sering dikaitkan dengan sejarah okultisme).
-
Simbol Pentagram Terbalik: Munculnya lambang yang secara global memang sering diasosiasikan dengan satanisme modern atau pergerakan Church of Satan.
Meski dalam budaya pop modern makna Baphomet dan pentagram bisa sangat beragam, penempatan simbol-simbol ini dalam sebuah karnaval lokal tanpa konteks yang jelas wajar saja memicu tanda tanya besar.

