JAKARTA – Tim nasional Jerman berupaya meredam potensi kejutan Paraguay saat kedua tim bertemu pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Foxborough, Selasa dini hari WIB.
Skuad asuhan Julian Nagelsmann melangkah ke fase gugur berstatus juara Grup E. Namun, kekalahan 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir fase grup menyisakan sorotan tajam terkait konsistensi permainan juara dunia empat kali tersebut.
Jerman mengawali turnamen secara meyakinkan lewat kemenangan besar 7-1 atas Curacao, lalu menumbangkan Pantai Gading 2-1 sebelum akhirnya takluk di tangan Ekuador. Hasil minor tersebut menghentikan tren positif lini serang Nagelsmann, meski posisi puncak klasemen Grup E tetap aman dalam genggaman.
Strategi Nagelsmann Menyiasati Tembok Tebal Paraguay
Julian Nagelsmann mengakui kekuatan sang calon lawan memiliki potensi besar menyulitkan langkah anak asuhnya sepanjang laga. Kedisiplinan taktik tim Amerika Selatan tersebut menjadi perhatian utama dalam sesi latihan menjelang laga hidup mati ini.
“Fokus utama Jerman adalah mempersiapkan para pemain sebaik mungkin untuk menghadapi pertandingan pertama di fase gugur. Paraguay bukan lawan mudah karena memiliki karakter permainan kuat,” ujar Julian Nagelsmann.
Paraguay mengunci tiket babak 32 besar melalui jalur salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup D. Pengamat sepak bola memprediksi tim asuhan Gustavo Alfaro ini akan mengandalkan pertahanan rapat serta serangan balik cepat demi meredam dominasi permainan Der Panzer.
Modal Percaya Diri Tinggi Sang Kuda Hitam
Di sisi lain, kubu Paraguay mengusung motivasi tinggi menjelang bentrokan di Stadion Boston. Keberhasilan menumbangkan tim-tim raksasa pada zona Conmebol menjadi bukti sahih kekuatan mental skuad berjuluk Los Guaranies.
“Tim tidak gentar menghadapi Jerman. Kemenangan Paraguay atas Argentina dan Brasil pada babak kualifikasi menjadi modal kepercayaan diri besar bagi seluruh anggota skuad,” tegas pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro.
Jerman tetap menempati posisi unggulan berkat kedalaman skuad serta pengalaman panjang pada fase gugur turnamen mayor. Nagelsmann kini wajib menemukan formula keseimbangan tim, terutama saat performa duo gelandang serang Jamal Musiala dan Florian Wirtz belum mencapai level maksimal.
Sebagai solusi alternatif lini depan, striker Deniz Undav siap menjadi senjata rahasia setelah sukses mengemas tiga gol dan dua umpan matang selaku pemain pengganti selama fase grup. Pemenang laga Jerman vs Paraguay ini akan menantang pemenang duel Prancis melawan Swedia pada babak 16 besar.

