Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    • Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”
    • Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
    • PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online
    • Film Sekuel “GJLS: Berapi-Api” Siap Tayang 5 November 2026, Rigen Rakelna Bocorkan Konflik yang Makin Panas
    • Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Akhir Perjalanan Sang Legenda
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Selasa, September 1
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Hantavirus Sangat Berbahaya, Menkes Tetapkan Indonesia Siaga
    Nasional

    Hantavirus Sangat Berbahaya, Menkes Tetapkan Indonesia Siaga

    MartinBy MartinMei 7, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Hantavirus
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – Pemerintah mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus setelah muncul kasus infeksi di kapal pesiar MV Hondius. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut virus tersebut cukup berbahaya sehingga Kementerian Kesehatan segera berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

    Budi mengatakan pemerintah langsung meminta WHO membantu proses screening untuk mendeteksi potensi penyebaran virus tersebut. Menurut dia, langkah antisipasi perlu dilakukan lebih awal agar pemerintah dapat merespons lebih cepat jika muncul kasus mencurigakan di Indonesia.

    “Ini virus yang lumayan berbahaya. Jadi kami sudah koordinasi dengan WHO. Kami minta ke WHO untuk bisa lakukan screening-nya,” kata Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis(7/5/26).

    Pemerintah juga mulai menyiapkan sejumlah perangkat pendukung untuk memperkuat sistem deteksi dini. Kementerian Kesehatan kini menambah kesiapan alat screening seperti rapid test dan pemeriksaan PCR.

    Pemerintah Perkuat Deteksi Hantavirus

    Budi menjelaskan kementeriannya sedang menyiapkan berbagai kebutuhan laboratorium untuk mendukung pemeriksaan virus tersebut. Pemerintah ingin memastikan tenaga kesehatan dapat melakukan identifikasi lebih cepat apabila menemukan kasus serupa.

    “Yang kami lakukan, kami mempersiapkan agar screening-nya kami punya, apakah itu dalam bentuk rapid test kayak Covid-19 dulu maupun reagen-reagen yang digunakan di mesin PCR,” ujar dia.

    Selain memperkuat alat deteksi, Kementerian Kesehatan juga meningkatkan surveillance atau pengawasan kesehatan. Pemerintah menilai pengawasan menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan apabila muncul potensi penularan di masyarakat.

    “Jadi sekarang kami masih fokus ke surveillance supaya kalau ada apa-apa bisa cepat tahu,” ucap Budi.

    Baca juga: Presiden Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN

    Kasus Kapal Pesiar Jadi Sorotan

    Hantavirus berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Virus tersebut dapat memicu gangguan paru-paru maupun ginjal dengan tingkat fatalitas cukup tinggi.

    Dunia internasional kini menyoroti kasus di kapal pesiar MV Hondius. Otoritas kesehatan menduga wabah tersebut melibatkan Andes virus, salah satu strain langka yang dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat.

    WHO sampai sekarang masih melacak penumpang kapal dari berbagai negara. Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan Hantavirus sambil memperkuat sistem pengawasan kesehatan nasional.

    Andes virus Budi Gunadi Sadikin Hantavirus Kementerian Kesehatan MV Hondius surveillance kesehatan WHO
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKunjungan Perdana ke Cebu, Presiden Prabowo Disambut Hangat Diaspora Indonesia dan Curi Perhatian dengan Maung Buatan Anak Bangsa
    Next Article Hansi Flick Mulai Ragukan Karakter Alessandro Bastoni, Transfer ke Barcelona Terancam Batal
    Martin
    • Website

    Related Posts

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    September 1, 2026

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    September 1, 2026

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    Agustus 31, 2026

    Orangutan Pingsan di Kebun Sawit Ketapang Akibat ASAP Karhutla, Tim Relawan Turun Tangan

    Agustus 31, 2026

    Mitigasi Karhutla, Kementerian Kehutanan Tutup Sementara 9 Taman Nasional

    Agustus 31, 2026

    Drama Kasus Ruben Onsu Selesai, Kerugian 3,5 Miliar Lunas Tanpa Masuk Bui

    Agustus 31, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester

    By MartinSeptember 1, 2026

    JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) membuka seleksi Beasiswa Zakat 2026 dengan skema pembiayaan penuh hingga…

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026
    Top Trending

    Muktamar ke-35 NU, AYP Sambut Positif Kepemimpinan KH. Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

    By AlvaroSeptember 1, 2026

    JOMBANG — Nahdlatul Ulama, yang secara harfiah berarti Kebangkitan Ulama, merupakan salah…

    Belajar dari NU dan Muhammadiyah: Demokrasi Bukan Sekadar Memilih Pemenang

    By MartinAgustus 31, 2026

    Demokrasi kerap dipahami sederhana: siapa memperoleh suara terbanyak, dialah yang menang. Padahal,…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?