“Kami melihat adanya potensi sinergi yang saling melengkapi. PNM memiliki kedekatan dengan nasabah dan memahami kebutuhan pengembangan usaha mereka. Sementara itu, PPI memiliki pengalaman dan jaringan perdagangan yang dapat menjadi pintu untuk menjajaki peluang pemasaran yang lebih luas,” kata Dodot.
Ke depan, kedua perusahaan akan mengidentifikasi produk potensial milik nasabah PNM Mekaar untuk dipertemukan dengan peluang pasar yang sesuai. Kerja sama ini juga membuka kesempatan menjajaki pasar nasional hingga ekspor bagi produk yang memenuhi persyaratan.
Peluang perluasan pasar tersebut masih membutuhkan tindak lanjut. PNM dan PPI akan berkoordinasi untuk mengidentifikasi program prioritas, mekanisme pelaksanaan, serta kebutuhan kerja sama berikutnya.
Tahapan ini akan menentukan bagaimana nota kesepahaman diterjemahkan menjadi kegiatan yang konkret dan terukur. Materi kerja sama belum merinci produk yang akan dipasarkan, negara tujuan ekspor, target transaksi, maupun jadwal pelaksanaan program.
Dengan demikian, dampak kerja sama bagi nasabah tidak cukup dinilai dari penandatanganan nota kesepahaman. Perkembangan berikutnya perlu dilihat dari realisasi akses pasar dan kemampuan produk nasabah menjangkau pembeli yang lebih luas, termasuk peluang ekspor.
Trending
- Ini Strategi UMKM Perluas Pasar hingga Ekspor
- Punya Dana Rp 3 Triliun, Telkom Percepat Buyback
- Antrean BBM Bali, Cadangan Pasokan Naik Jadi 15 Hari
- Serap 2,19 Juta Pekerja, Investasi hingga September 2026 Capai Rp1.539 Triliun
- Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital
- Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya
- Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, BNPB Semai 2,4 Ton Dry Ice
- Dugaan Kekerasan Seksual, Kemenag Minta Pesantren Dar Et-Tauhid Bekasi Dibekukan

