9. Stasiun Kayutanam, Sumatra Barat: 144 mdpl
Stasiun Kayutanam membukukan 113.210 aktivitas pelanggan, dengan 54.156 pelanggan naik dan 59.054 pelanggan turun. Stasiun ini menjadi salah satu titik layanan KA Lembah Anai dan memiliki keterkaitan historis dengan jalur pegunungan menuju Padang Panjang yang menggunakan sistem rel bergerigi.
10. Stasiun Lubuk Linggau, Sumatra Selatan: 130 mdpl
Stasiun Lubuk Linggau merupakan stasiun dengan elevasi tertinggi di wilayah Divisi Regional III Palembang dalam daftar ini. Sepanjang Januari hingga September 2026, stasiun tersebut mencatat 380.481 aktivitas pelanggan dan melayani perjalanan KA Bukit Serelo serta Sindang Marga.
Secara keseluruhan, sepuluh stasiun tersebut mencatat hampir 3,9 juta aktivitas naik-turun pelanggan selama Januari hingga September 2026. Perbedaan jumlah aktivitas menunjukkan beragamnya kebutuhan perjalanan, mulai dari mobilitas di kawasan Bandung Raya hingga layanan regional dan antarkota di Sumatra.
“Dari Nagreg di +848 meter hingga Lubuk Linggau di +130 meter, setiap stasiun memiliki cerita geografis, sejarah, dan pola perjalanan yang berbeda. Data aktivitas pelanggan menunjukkan bahwa stasiun-stasiun pada lintasan dengan elevasi tinggi tersebut tetap menjadi bagian dari mobilitas masyarakat hingga hari ini,” kata Anne.

