Peternak Berharap Penyerapan Produksi Lebih Terjamin
Rencana pembangunan pabrik mendapat dukungan dari Ii Cahyadi, anggota Pinsar sekaligus pelaku usaha peternakan melalui PT Bereh Poultry Indonesia di Subang. Menurutnya, industri pengolahan berskala besar dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan pasar telur dari peternak lokal.
Cahyadi menilai investasi dan kapasitas yang diperlukan membuat industri tersebut sulit ditangani sendiri oleh peternak kecil maupun koperasi. Karena itu, keterlibatan pemerintah dinilai penting untuk membangun fondasi industri sekaligus memperkuat daya saing produk dalam negeri.
“Industri itu tidak mungkin ditangani sendiri oleh swasta, peternak-peternak kecil, ataupun koperasi karena membutuhkan skala yang masif. Kita juga harus berhadapan dengan BUMN dari negara lain, baik India maupun China,” katanya.
Ia berharap pembangunan pabrik tidak hanya membantu mengatasi persoalan pemasaran dalam jangka pendek, tetapi juga memberikan kepastian penyerapan produksi dalam jangka panjang.
“Alhamdulillah, hari ini beliau langsung memberikan persetujuan. Itu sangat melegakan bagi kami. Jadi, bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi lebih dari itu, program pabrik ini diharapkan bisa mengatasi persoalan penyerapan produk peternak,” ujar Cahyadi.
Selain membantu penyerapan surplus telur dan daging ayam, penguatan ekosistem peternakan juga diarahkan untuk mendukung ketersediaan bahan baku pakan dan pasar bagi hasil produksi petani. Jagung yang dihasilkan petani, misalnya, menjadi salah satu bagian dari rantai pasok tersebut.
Amran mengatakan, pemerintah ingin memastikan peternak memperoleh pakan dengan harga terjangkau dan memiliki pasar bagi hasil produksinya. Dengan penguatan industri pengolahan, pemerintah berharap usaha peternakan menjadi lebih berkelanjutan, kerugian akibat kelebihan produksi berkurang, dan ketergantungan terhadap impor tepung telur dapat ditekan.

