Keberhasilan alumni tersebut menjadi pijakan Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal IKMA untuk kembali menggelar Program Creative Business Incubator (CBI) 2026. Program yang dijalankan Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) itu resmi dimulai melalui Kick Off Program pada 20 Juli 2026.
CBI dirancang sebagai program pembinaan bagi pelaku IKM fesyen dan kriya melalui pembelajaran terstruktur, mulai dari penyampaian materi, penugasan, evaluasi hingga business pitching. Seluruh proses melibatkan akademisi dan praktisi agar peserta memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Langkah tersebut didukung prospek industri fesyen dan kriya yang terus menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan I 2026, nilai produk domestik bruto (PDB) sektor fesyen dan kriya mencapai Rp120,13 triliun atau tumbuh 7,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Pertumbuhan sektor tersebut juga meningkat dari 2,43 persen pada 2024 menjadi 4,93 persen pada 2025. Di sisi perdagangan internasional, ekspor industri kriya pada Januari hingga April 2026 mencapai USD228 juta, sedangkan ekspor industri pakaian jadi sebesar USD2,78 miliar dan industri tekstil mencapai USD1,04 miliar.
“Capaian tersebut menjadi peluang bagi IKM fesyen dan kriya untuk terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, serta memperluas akses pasar sehingga mampu naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun pasar global,” ujar Reni.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan tantangan pemerintah saat ini bukan hanya menciptakan wirausaha baru, melainkan memastikan pelaku IKM mampu berkembang menjadi usaha yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Menurut Agus, penguatan rantai pasok lokal perlu terus dilakukan agar pelaku IKM saling terhubung, meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri, sekaligus menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi industri nasional.
Ia juga menilai keberhasilan pengembangan usaha sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan. Karena itu, mentorship menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi teknis sekaligus karakter kewirausahaan.

