JAKARTA – Sejumlah industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen dan kriya berhasil memperluas pasar hingga mancanegara setelah mengikuti program Creative Business Incubator (CBI). Pendampingan yang mereka terima tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi dan omzet, tetapi juga mengantarkan usaha naik kelas serta menembus pasar ekspor.
Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa inkubasi bisnis mampu memperkuat daya saing IKM di tengah persaingan global. Sejumlah alumni bahkan berhasil membuka pasar di Amerika Serikat, Kanada, Eropa hingga Timur Tengah, sementara lainnya sukses menjalin kolaborasi dengan perusahaan nasional melalui inovasi produk.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan CBI telah menghasilkan berbagai kisah sukses pelaku IKM yang berkembang secara nyata. Pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan berbisnis, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas.
“IKM Seminyak Leather, alumni CBI 2020 asal Badung, berhasil memperluas pasar ekspor hingga Amerika Serikat, Kanada, Eropa dan Timur Tengah. Contoh kisah sukses lainnya adalah IKM Rappo, alumni CBI 2024 asal Makassar, sukses berkolaborasi dengan Garuda Indonesia dan Borobudur Marathon melalui inovasi produk berbasis pengolahan limbah plastik yang turut mendukung pengembangan ekonomi sirkular,” ujar Reni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/7).
Menurut Reni, keberhasilan para alumni menunjukkan program inkubasi mampu mendorong pelaku IKM berkembang dari skala mikro menjadi kecil, bahkan dari skala kecil menjadi menengah. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi peserta CBI 2026 untuk terus memperkuat inovasi dan memperluas jejaring usaha.
“Kami ingin para peserta tidak hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun model bisnis yang berkelanjutan, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai tambah usahanya,” katanya.

