Jakarta – Memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah beberapa waktu lalu sempat mengguncang pasar energi global. Gangguan pasokan minyak dunia menyebabkan lonjakan harga minyak mentah internasional yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sebagai dampak dari kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, atau meningkat sekitar 32 persen. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Selain itu, harga Pertamax Turbo ditetapkan sebesar Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter. Di sisi lain, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Bio Solar subsidi Rp6.800 per liter.
Kenaikan harga BBM non-subsidi dilakukan setelah harga minyak dunia melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah menilai penyesuaian tersebut diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional, sekaligus tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui subsidi energi.
Meski terjadi kenaikan harga BBM non-subsidi, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan harga BBM paling kompetitif di kawasan ASEAN karena kebijakan subsidi pemerintah. Berbeda dengan negara seperti Singapura yang menerapkan mekanisme pasar penuh tanpa subsidi sehingga harga BBM jauh lebih tinggi.
Kenaikan harga energi tersebut juga mendapat perhatian DPR RI. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi, biaya transportasi, serta daya beli masyarakat agar tidak menimbulkan tekanan terhadap perekonomian nasional.
Namun, di tengah kekhawatiran masyarakat, muncul kabar baik. Penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa hari terakhir membuka peluang bagi penyesuaian harga BBM non-subsidi di Indonesia.

