JAKARTA – Sebanyak 12 UMKM binaan PT Pertamina (Persero) mendapat kesempatan memperluas pasar ke tingkat internasional melalui ajang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Pameran tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk bertemu calon pembeli dari sektor perhotelan, restoran, dan kafe.
Sejumlah pelaku UMKM mengaku mulai merasakan manfaat keikutsertaan mereka sejak hari pertama pameran. Selain menarik perhatian pengunjung, mereka juga mulai menjalin komunikasi dengan calon buyer.
Pemilik Novio Fresh, Retno Wulansari, mengatakan usahanya memperoleh kesempatan mengikuti FHI 2026 setelah menjalani berbagai program pembinaan Pertamina sejak 2024, mulai dari PFpreneur, UMK Academy, hingga Pertamina Aggregator (PAG).
“Kami dibina Pertamina dari 2024, mulai dari PFpreneur, kemudian UMK Academy, kemudian yang terakhir kami PAG dan Alhamdulillah kami nomor satu untuk PAG-nya dan diberi kesempatan di sini,” ujar Retno.
Retno menambahkan, keikutsertaan dalam FHI 2026 menjadi pengalaman baru karena sebelumnya ia hanya datang sebagai pengunjung. Kini, produknya mendapat perhatian dari banyak pengunjung sekaligus membuka komunikasi dengan calon pembeli potensial.
Menurutnya, dukungan tersebut membantu pelaku usaha memperluas pasar melalui berbagai pameran. “Kami tidak hanya jadi jago kandang, tapi kami bisa eksposur ke luar, memperluas market kami,” katanya.
Pengalaman serupa dirasakan Didik Suryadi, pemilik Waroeng Kopi Kayumas yang dibina melalui Rumah BUMN Pertamina Situbondo. Ia menyebut pembinaan Pertamina telah membuka peluang promosi lebih luas, termasuk membawa produknya tampil pada pameran internasional di Belanda dan Turki.
“Fasilitas yang diberikan Pertamina melalui pameran seperti ini memberikan kontribusi besar, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi kami untuk mempromosikan produk. Terima kasih Pertamina yang telah berperan menjadi fasilitator dan motivator bagi kami,” ujarnya.
Produk kopi Waroeng Kopi Kayumas juga menarik perhatian pengunjung asal Amerika Serikat, Judd Hunter. Ia mengaku awalnya tertarik oleh desain kemasan dan sambutan ramah di stan tersebut.
“Saya mengunjungi booth ini karena awalnya tertarik dengan kemasan kopi yang unik. Ketika saya mencoba langsung, ternyata kopinya sangat enak, hingga kemudian saya membeli,” kata Judd.
Manager Small and Medium Enterprise Partnership Program (SMEPP) PT Pertamina (Persero), Fety, mengatakan UMKM yang dibawa ke FHI 2026 merupakan mitra binaan yang telah memiliki sertifikasi dan menawarkan produk unggulan.
Produk yang dipamerkan meliputi madu, aneka makanan olahan kering, kopi, Virgin Coconut Oil (VCO), hingga produk amenities yang digunakan di jaringan hotel, resort, dan spa.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan kehadiran UMKM binaan di FHI 2026 ditujukan untuk mempertemukan mereka dengan pembeli dari dalam maupun luar negeri.
Menurutnya, Pertamina tidak hanya memberikan akses pemasaran, tetapi juga pembinaan, pelatihan, peningkatan kompetensi, serta pendampingan sertifikasi agar UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar global.

