Para ekonom menilai, apabila tren penurunan harga minyak mentah dunia terus berlanjut dan situasi geopolitik mulai stabil, peluang penurunan harga BBM non-subsidi pada awal Juli 2026 cukup terbuka. Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil evaluasi Pertamina bersama Kementerian ESDM serta perkembangan harga minyak global dalam beberapa pekan ke depan.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui peningkatan cadangan minyak, diversifikasi sumber energi, dan percepatan transisi menuju energi baru terbarukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gejolak harga minyak dunia dan menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.
(Penulis: Arafi)

