Jakarta, Rasional.co – Ketidakpastian arah kebijakan pertahanan di tengah dinamika geopolitik global kembali menjadi sorotan, seiring intensitas komunikasi internal di lingkar kekuasaan yang semakin menguat. Agenda pertemuan di tingkat elite dinilai berpotensi mencerminkan respons cepat pemerintah terhadap perkembangan strategis, baik di dalam negeri maupun kawasan.
Situasi ini mengemuka setelah Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, mendadak dipanggil ke Istana Kepresidenan untuk menghadap Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (21/4) sore.
Dudung tiba di kompleks Istana sekitar pukul 14.30 WIB. Dia mengungkapkan bahwa pemanggilan tersebut disampaikan melalui ajudan presiden pada malam sebelumnya.
“Semalam ditelepon oleh ajudan bahwa Bapak (Presiden) menghadap Bapak Presiden jam 3 sore ini,” ujar dia.
Meski telah memenuhi panggilan tersebut, Dudung mengaku belum mengetahui secara pasti agenda yang akan dibahas dalam pertemuan dengan kepala negara. Sebagai penasihat, dia menyebut kerap dimintai pandangan atas berbagai isu strategis.
“Saya belum tahu, tadi kan saya kan Penasihat Presiden tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran masukan. Biasanya, beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat,” kata Dudung.
Indikasi pembahasan mengarah pada isu strategis menguat setelah Dudung menyinggung kemungkinan diskusi mencakup persoalan nasional hingga dinamika internasional, termasuk perkembangan geopolitik global yang tengah berlangsung.
Selain itu, dia juga menanggapi sejumlah isu yang belakangan menjadi perhatian publik, seperti wacana blanket overflight dan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat. Menurut dia, Presiden memiliki pemahaman komprehensif atas isu tersebut dan akan membahasnya secara langsung dalam pertemuan.
Dudung menegaskan bahwa pelanggaran wilayah udara tanpa izin tidak diperbolehkan dalam hukum internasional. Namun, dia belum bersedia membeberkan lebih jauh materi yang akan disampaikan kepada presiden dan menyatakan akan memberikan penjelasan usai pertemuan.
“Itu nanti saya sampaikan ke beliau. Nanti setelah kembali nanti baru saya sampaikan,” ujar dia, menegaskan arah pembahasan masih bersifat tertutup hingga pertemuan rampung.

