Jakarta – Aktor senior, Iko Uwais memperkenalkan kekayaan budaya pencak silat Indonesia melalui film aksi terbaru bertajuk “Ikatan Darah” yang siap tayang di bioskop.
Melalui rumah produksi Uwais Pictures, Iko mengemas seni bela diri tradisional bukan sekadar sebagai adegan laga, melainkan representasi nilai luhur bangsa.
Proyek ini menjadi ajang pembuktian konsistensi Iko dalam membawa identitas lokal ke layar lebar dengan standar produksi internasional.
Eksplorasi Keunikan Aliran Silat
Iko Uwais menegaskan bahwa pencak silat memiliki keragaman luar biasa yang belum sepenuhnya tergali oleh industri film.
Setiap daerah memiliki ratusan perguruan dengan karakteristik gerak yang unik dan berbeda satu sama lain. Keunikan inilah yang menjadi fondasi utama koreografi dalam film “Ikatan Darah”.
“Pencak silat itu sangat kaya. Setiap perguruan punya karakter berbeda. Bahkan dalam satu daerah saja bisa ada ratusan perguruan,” ujar Iko Uwais, Kamis (23/4).
Kolaborasi Sutradara dan Transformasi Aktor
Keberanian Sidharta Tata dalam menggarap aksi pada proyek sebelumnya memikat hati Iko untuk menunjuknya sebagai sutradara. Visi yang sejalan antara produser dan sutradara menghasilkan adegan laga yang kuat meskipun proses produksi menghadapi tantangan durasi syuting.
Selain aspek teknis, keterlibatan aktor seperti Livi Ciananta dan Derby Romero memberikan warna baru, di mana mereka dituntut menguasai koreografi silat meski tanpa latar belakang bela diri.
“Bukan soal siapa yang paling jago bela diri, tapi kemauan dan proses latihannya,” tegas Iko mengenai performa para pemainnya.
Film “Ikatan Darah” menceritakan perjuangan Mega, mantan atlet silat yang harus berhadapan dengan kelompok kriminal demi menyelamatkan kakaknya. Penonton dapat menyaksikan aksi penuh adrenalin ini di seluruh bioskop Indonesia mulai 30 April mendatang.

